Olehkita

Di___ oleh kita.

Daftar isi

← Semua artikel

Cerita produk3 menit baca

Dibuat dalam dua hari, karena PO cheesecake mulai berantakan

Dipesan berawal dari burnt cheesecake yang dijual dari rumah lewat pre-order. Kuenya disukai, tetapi makin banyak yang memesan, makin sulit pesanan yang masuk lewat chat diurus satu per satu.

Dua tangan menutup kotak kue.
berawal dari PO di rumah

Kuenya laku, pencatatannya yang repot

Burnt cheesecake itu dijual dengan cara yang dipakai banyak penjual rumahan: buka PO, tunggu pesanan masuk, lalu buat sesuai jumlah yang dipesan.

Pembeli langganannya bilang rasanya tidak kalah dari kue toko roti terkenal, sementara harganya lebih masuk akal. Pesanannya pun bertambah, dan dari situ kerepotannya mulai terasa.

Masalahnya, semua pesanan masih diurus manual. Pesanan datang lewat chat, lalu harus dicatat sendiri: siapa memesan berapa dan siapa yang sudah membayar. Makin ramai sebuah PO, makin mudah ada pesanan yang terselip di antara chat lain atau pembayaran yang lupa dicentang.

Ada juga soal jumlah. Kapasitas dapur ada batasnya, sementara chat tidak pernah berhenti masuk hanya karena dapur sudah penuh. Jumlah pesanan harus terus dihitung sendiri supaya tidak melewati yang sanggup dibuat.

Dua hari untuk versi pertama

Yang dibutuhkan sebenarnya sederhana: pembeli bisa memesan sendiri tanpa menunggu chat dibalas, dan pesanan berhenti masuk begitu jumlahnya sudah sebanyak yang sanggup dibuat.

Olehkita lalu membangun sistem untuk mengelola PO dengan bantuan alat AI untuk menulis kode. Versi pertamanya selesai dalam dua hari.

Yang selesai dalam dua hari itu memang baru versi pertama. Begitu dipakai untuk PO sungguhan, ada saja bagian yang ternyata perlu dibetulkan, dan perbaikannya masih berjalan sampai sekarang.

Cara kerjanya

Penjual menyiapkan toko lebih dulu, lalu mengisi menu dan cara pembayaran. Setelah itu penjual membuka batch PO dan menentukan kuota slotnya. Yang dibagikan ke media sosial cukup satu tautan.

Pembeli memesan langsung dari tautan itu tanpa perlu membuat akun. Setelah pesanan masuk, pembeli mendapat nomor antrean, sehingga ia tahu pesanannya sudah tercatat.

Kuota slot itulah yang menjaga jumlah pesanan. Penjual mengisi berapa slot yang sanggup dibuat untuk batch itu. Begitu slot habis, tautan berhenti menerima pesanan, jadi pesanan yang masuk tidak melewati angka tersebut.

Pembayaran tetap dicatat manual. Pembeli membayar lewat transfer, QRIS, atau tunai seperti biasa, lalu penjual menandai pesanannya sudah dibayar.

Sekarang bisa dipakai penjual PO lain

Dipesan dipakai sejak Agustus 2026 dan saat ini gratis. Akun penjual dibuatkan oleh Olehkita setelah Anda mengirim pesan lewat WhatsApp.

Anda tetap menyiapkan pesanan dan menerima pembayaran seperti biasa. Pesanannya saja yang sekarang masuk lewat satu tautan berkuota, tidak lagi berserakan di chat. Chat dengan pembeli tetap ada untuk hal yang memang perlu dibicarakan, misalnya pertanyaan soal menu atau waktu pengambilan.

Kalau Anda berjualan dengan sistem PO dan pesanan masih dicatat dari chat, kirim pesan lewat WhatsApp untuk meminta akun penjual. Setelah akunnya dibuatkan, isi toko, menu, dan cara pembayaran, lalu buka satu batch kecil dan bagikan tautannya ke pembeli langganan. Dari batch pertama itu Anda bisa melihat sendiri apakah Dipesan cocok untuk PO Anda.

Penjelasan lengkap tentang Dipesan ada di halaman produknya.