Cara Ampuh Mengatasi Hama dan Penyakit Pada Tanaman Tembakau

Cara Ampuh Mengatasi Hama dan Penyakit Pada Tanaman Tembakau

Olehkita.com. Tembakau adalah salah satu produk pertanian yang diproses dari daun tanaman genus Nicotiana. Tanaman ini merupakan komoditas pertanian yang memiliki prospek baik untuk dibudidayakan. Pasalnya tanaman tembakau menjadi bahan baku utama pembuatan rokok yang permintaanya tergolong tinggi.

Cara Ampuh Mengatasi Hama dan Penyakit Pada Tanaman Tembakau
Cara Ampuh Mengatasi Hama dan Penyakit Pada Tanaman Tembakau

Oleh karena itu, maka tak heran apabila banyak petani tembakau berlomba-lomba untuk menghasilkan kualitas yang baik dari tanaman yang dibudidayakan.

Akan tetapi, dalam melakukan budidaya tembakau sering kali kita mengalami kendala yang disebabkan oleh hama dan penyakit. Kehadiran hama dan penyakit menjadi ancaman yang serius bagi petani tembakau.

Dimana serangan hama dan penyakit ini dapat menyebabkan kerugian bahkan sampai kehilangan hasil. Untuk itu, maka perlu dilakukan pengendalian hama dan penyakit secara efektif agar produktivitas tanaman tetap terjaga, sehingga kerugian dapat ditekan.

Pada pertemuan kali ini Admin ingin berbagi informasi tentang cara ampuh untuk mengatasi serangan hama dan penyakit pada tanaman tembakau. Berikut ini beberapa jenis hama dan penyakit yang biasa menyerang tanaman tembakau beserta cara pengendalianya :

 Cara Ampuh Mengatasi Hama dan Penyakit Pada Tanaman Tembakau

1. Hama Tanaman Tembakau

Beberapa hama yang sering ditemukan di areal pertanaman tembakau antara lain kutu tembakau, ulat pupus tembakau, dan ulat grayak.

Berikut ini penjelasan mengenai ciri gejala dan cara pengendalian dari beberapa hama yang sering menyerang tanaman tembakau tersebut.

1.Kutu Tembakau (Myzus persicea (Sulzer))

Salah satu hama yang sering menyerang pembibitan maupun pertanaman tembakau yaitu kutu tembakau.  Kutu ini termasuk Homoptera (Aphididae) dan merupakan hama menyerang tanaman tembakau pada tahap pembibitan maupun pertanaman.

Berikut ini adalah dari Kutu Daun (Myzus persicae Sulzer)

Nama umumMyzus persicae Sulzer 1776
KingdomAnimalia
FilumArthropoda
KelasInsecta
OrdoHemiptera
SubordoStrepnorrhyncha
SuperfamiliAphidoidea
FamiliAphididae

Hama yang satu ini menyerang tanaman dengan cara menghisap cairan daun, sehingga menyebabkan pertumbuhan tanaman menjadi terhambat.

Kutu tembakau ini menghasilkan embun madu yang membuat daun menjadi lengket dan ditumbuhi cendawan berwarna hitam. Kutu daun dapat menyebabkan kerugian hingga 28% karena dapat menurunkan kandungan gula, alkaloid, rasio gula alkaloid, dan meningkatkan total nitrogen daun.

Cara mengendalikan hama kutu tembakau ini dapat dilakukan dengan melakukan penanaman lebih awal dan pemberian pupuk nitrogen yang tidak berlebihan. Jika serangan sudah mencapai ambang batas, yaitu 10% sebelum dipangkas atau 20% setelah dipangkas, maka sebaiknya dilakukan penyemprotan insektisida. Secara umum insektisida yang dapat digunakan untuk mengatasi kutu tembakau adalah insektisida berbahan aktif imidakloprid.

Akan tetapi, perlu kita ketahui bahwa penggunaan insektisida ini harus dilakukan sesuai dengan dosis yang dianjurkan. Dimana aplikasi insektisida yang dilakukan secara terus menerus dan tidak tepat justru akan membuat hama menjadi resisten.

2. Ulat Pupus Tembakau (Helicoverpa spp.)

Ulat pupus termasuk hama Lepidoptera (Noctuidae). Gejala yang timbul karena serangan hama ini, yaitu muncul lubang-lubang pada daun tembakau. Hal tersebut dikarenakan ulat pupus ini memakan pupus ataupun daun bagian atas tanaman.

Selain itu, Helicoverpa spp. menyerang tanaman dengan cara menggerek kapsul buah dan memakan biji tanaman.

Cara mengendalikan hama ulat pupus dapat dilakukan dengan mencabut sisa-sisa tanaman segera setelah selesai panen. Selain itu, penggunaan bajak atau cangkul dalam pengolahan tanah dapat membunuh pupa yang berada di dalam tanah. Pemangkasan dan penjarangan sebaiknya dilakukan sejak awal.  Akan tetapi apabila serangan hama telah melebihi ambang batas , yaitu 10% atau lebih, maka pengendalian dapat dilakukan dengan menggunakan insektisida nabati ataupun kimia.

Contoh insektisa nabati yang dapat digunakan adalah insektisida yang berasal dari daun mimba 10%. Kemudian untuk insektisida kimia yaitu yang berbahan aktif permetrin 2 g/l, permetrin 50 g/l, betasiflutrin 25g/l, tiodicarb 75%, dan formotion (330g/l).

3.Ulat Grayak  ( Spodoptera litura )

Ulat grayak menyerang tanaman tembakau dengan cara memakan daunnya, sehingga mengakibatkan daun tanaman menjadi berlubang-lubang.

Hama Spodoptera litura ini menyerang tanaman tembakau pada waktu malam hari secara bersamaan atau  bergerombol. Ulat ini dapat mengakibatkan kerusakan di pembibitan hingga mencapai 80-100%.

Cara untuk mengendalikan serangan hama ulat grayak ini hampir sama dengan pengendalian ulat pemakan pupus (Helicoverpa spp.). Cara yang lain juga dapat dilakukan dengan mengumpulkan massa telur dan ulat pada saat masih mengelompok dipermukaan daun.

B.Penyakit Tanaman Tembakau

Beberapa penyakit yang sering menyerang tanaman tembakau yaitu penyakit mosaik tembakau dan rebah semai. Berikut ini penjelasan mengenai ciri gejala dan pengendalian dari kedua penyakit tanaman tembakau tersebut.

1. Penyakit mosaik tembakau

Mosaik tembakau merupakan penyakit yang disebebkan oleh virus yaitu TMV (tabacco mozaic virus). Gejala yang ditimbulkan oleh virus ini, yaitu pada daun-daun muda yang terserang tampak vein clearing atau penjernihan warna tulang daun.

Bentuk daun yang terserang sering melengkung. Kemudian seiring bertambahnya umur daun, maka akan muncul bercak-bercak kuning. Dari bercak kuning tersebut pada akhirnya akan berubah menjadi bercak-bercak klorotik yang tidak teratur, sehingga membuat daun terlihat belang.

Selain itu, pada bagian daun yang berwarna hijau akan terlihat mempunyai warna lebih tua daripada biasanya.

Cara pengendalian penyakit mosaik tembakau dapat dilakukan dengan menggunakan varietas tahan, seperti Cangkring 95 dan Prancak 95. Selain itu, lakukan sanitasi lingkungan dengan cara mencabut tanaman sakit, gulma, dan sisa- sisa tanaman untuk dimusnahkan dengan cara dibakar.

Patogen jenis ini cukup mudah menyebar, sehingga pada tangan-tangan pekerja harus didisinfeksi menggunakan sabun trinatrium fosfat.

2. Penyakit Rebah Semai

Rebah semai merupakan penyakit yang disebebkan oleh Pythium spp., Sclerotium sp., dan Rhizoctonia sp.Penyakit rebah semai sering kali dijumpai pada persemaian di lahan sawah.

Gejala yang ditimbulkan, yaitu pada bagian pangkal bibit yang terserang tampak berlekuk seperti terjepit, membusuk, berwarna coklat dan akhirnya roboh.

Kemudian serangan yang terjadi pada bibit yang sudah tua atau baru saja dipindah akan menyebabkan pertumbuhan menjadi lambat. Selain itu, serangan tersebut menyebabkan daun menguning layu, pangkal batang berlekuk, berwarna coklat, busuk, dan akhirnya mati.

Cara pengendalian penyakit rebah semai dapat dilakukan dengan menerapkan sanitasi lingkungan, yaitu mencabut dan memusnahkan tanaman yang terinfeksi dengan dibakar. Selain itu, lakukan desinfeksi tanah sebelum penaburan benih. Bahan yang diperlukan dapat berupa larutan terusi, kapur tohor, dan amonium sulfat yang ditabur ditanah pembibitan. Kemudian setalah ditabur siram menggunakan air atau fungisida berbahan aktif metalaksil.

Selain itu, pengendalian dapat dilakukan dengan mencelupkan bibit sebelum ditanam ke dalam larutan fungisida berbahan aktif metalaksil, mankozeb, propamokarb hidroklarida, atau benomil.

Demikian artikel tentang cara ampuh mengatasi hama dan penyakit tanaman tembakau, semoga bermanfaat bagi Anda.

Baca juga :

Follow Facebook Olehkita.com, untuk mendapatkan informasi terbaru terkait pertanian dan pendidikan dengan cara Klik disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *