Cara Budidaya Kapas Agar Panen Melimpah

Cara Budidaya Kapas Agar Panen Melimpah

Olehkita.com. Kapas merupakan salah satu komoditas perkebunan yang memiliki prospek cerah untuk dibudidayakan.

Pasalnya kebutuhan akan kapas terbilang cukup tinggi. Dimana serat kapas termasuk bahan yang penting dalam industri tekstil.  Serat kapas akan dipintal menjadi benang dan ditenun menjadi kain.

Selain di industri tekstil, kapas juga bisa digunakan sebagai bahan pembuatan saringan kopi, jaring ikan, tenda dan karpet.

Kapas merupakan tanaman semak yang dikenal dengan nama ilmiah Gossypium sp. Ada sekitar 39 spesies dari Gossypium, akan tetapi hanya ada 4 spesies yang dibudayakan, antara lain Gossypium hirsutum, G. barbadense, G. arboreum, dan G. herbaceum.

Cara Budidaya Kapas Agar Panen Melimpah
Cara Budidaya Kapas Agar Panen Melimpah

Tanaman ini diduga berasal dari Afrika, Australia, dan juga Asia. Dimana tanaman kapas telah lama dibudidayakan sejak zaman prasejarah.

Di India tepatnya di lembah sungai Indus tanaman kapas telah dikenal sejak 3000 SM dan digunakan sebagai bahan tekstil.

Sementara itu, di Indonesia perkebunan kapas banyak ditemukan di Jawa Tengah, Jawa Timur (Kediri), Bali, Sulawesi Selatan, NTB dan NTT.

Untuk mengenal lebih jelas mengenai tanaman kapas maka perhatikan tabel klasifikasi dari tanaman berikut ini.

DivisiSpermatophyta
SubdivisiAngiospermae
KelasDicotyledonae
OrdoMalvales
FamiliMalvaceae
GenusGossypium
SpesiesGossypium sp.

Tanaman kapas memiliki sistem perakaran tunggang yang panjang dan cukup dalam, bahkan akar  bisa lebih panjang dibandingkan batang tanaman.

Kemudian dari akar tunggang tersebut akan tumbuh akar serabut yang panjang dan juga terus bercabang.

Selanjutnya, untuk batang tanaman kapas berdiri tegak dengan warna hijau tua, merah, atau bernoktah merah. Batang tanaman ini terdiri dari ruas dan buku.

Tanaman kapas memiliki daun berbentuk bundar menyerupai jantung. Secara umum daun ini memiliki lima sudut atau lekukan. Dimana lekukan tersebut ada yang dalam dan juga dangkal.

Tanaman kapas mempunyai biji berbentuk bulat telur dengan warna coklat kehitaman. Rata-rata berat per 100 dari biji tersebut kisaran 17 g. Dimana pada biji yang berwarna putih tersebut melekat serat-serat.

Sementara itu, untuk mendapatkan hasil yang maksimal sesuai dengan keadaan lingkungan, maka diperlukan penggunaan varietas unggul. Berikut ini kami sajikan tabel beberapa varietas unggul dari tanaman kapas:

Uraian
Kanesia 7
Kanesia 8Kanesia 9ISA 205 – A
1.Kode persilanganTamcot SP 37 x LRA 5166DPL Acala 90 x LRA 5166DPL Acala 90 x SRT 1Hasil introduksi dari Perancis
2. Keunggulan
a.Produktivitas (kg/ha)1.584- 2.6361.849- 2.5451.914-2.7261.235- 1.977
b.kandungan serat37,6 %35,3 %35,2 %39,5 %
c.Mutu serat
-Panjang287,83 mm30,3 mm29,2 mm29,65 mm
-Kekuatan21,1 g/ tex24,7 g/tex22,6 g/ tex25,5 g/ tex
-Kehalusan4,35 mic4,1 mic4,7 mic4,6 mic
d.Ketahanan terhadap Amrasca biguttulaAgak tahanAgak tahanTahanAgak tahan

Sumber : Balittas Malang

Berikut adalah tabel varietas tanaman kapas yang baru saja dilepas :

UraianKanesia 10Kanesia 11Kanesia 12Kanesia 13
1.Kode persilanganLRA 5166 x SRT 1Tashkent 2 x Pusa 1Pusa 1 x Deltapine 5690Deltapine Acala 90 x Tashkent 2
2.Keunggulan
a.Produktivitas (kg/ha)1.757-2.4572.309-2.5072.001- 2.4101.961- 2.506
b.Kandungan serat45 %38,9 %34,5 %36,4 %
c.Mutu serat :
-Panjang28,9 mm27,9 mm29,3 mm26,9 mm
-Kekuatan27,1 g/ tex27,7 g/ tex29,5 g/ tex28,3 g/ tex
-Kehalusan4,3 mic4,5 mic4,57 mic5,08 mic
d.Ketahanan terhadap Amrasca biguttulaTidak tahanAgak tahanAgak tahanAgak tahan
3.Benih dasar (kg)50505050
4.Benih pokok

Sumber : Balittas Malang

Cara Budidaya Kapas Agar Panen Melimpah

Setelah mengetahui terkait varietas unggul yang direkomendasikan, maka perlu diketahui juga untuk syarat tumbuh dari tanaman kapas.

Dimana tanaman kapas akan berproduksi dengan baik apabila syarat tumbuhnya sesuai dengan yang dikehendaki tenaman tersebut.

Tanaman kapas sebaiknya ditanaman pada daerah dengan ketinggian tidak lebih dari 400 m dpl. Kemudian suhu udara yang dikehendaki untuk budidaya tanaman kapas antara 22-35o C dan kelembapanya tidak lebih dari 90%. Untuk lama penyinaran sebaiknya tidak lebih dari 5 jam/ hari.

Tanaman kapas akan tumbuh dengan baik pada curah hujan 1.200-1.600 mm selama setahun. Kebutuhan air pada tanaman kapas akan meningkat saat pembentukan kuncup.

Akan tetapi, untuk kebutuhan terbanyaknya saat periode pemasakan buah. Sebaliknya,  jika diwaktu panen dibutuhkan dalam keadaan yang kering.

Tanah yang dikehedaki untuk budidaya tanaman kapas, yaitu tanah yang subur, drainasenya baik, permeabilitasnya tinggi, dan memiliki pH kisaran 6-7.

Setelah kita mengetahui ciri morfologi tanaman kapas, varietas unggul, dan syarat tumbuhnya, maka selanjutnya yaitu cara budidaya tanaman tersebut.

Cara budidaya tanaman kapas terbagi menjadi beberapa tahapan, meliputi penyediaan benih, persiapan lahan, penanaman, dan pemeliharaan. Berikut ini adalah cara budidaya tanaman kapas :

Cara Budidaya Kapas Agar Panen Melimpah

1. Penyediaan Benih

Salah satu faktor yang mempengaruhi hasil produksi kapas, yaitu mutu benih. Untuk benih yang dikembangkan di Jawa Tengah sebagian besar menggunakan varietas ISA 205, sedangkan Jawa Timur menggunakan varietas kanesia3.

Sementara itu, pengembangan kapas di wilayah NTB menggunakan varietas Kanesia 1 dan 4, NTT varietas K. 3, dan Sulawesi varietas K. 3 dan K.5.

Sebagian besar pengembangan kapas di Indonesia masih menggunakan benih kabu-kabu. Hal tersebut dikarenakan penggunaan benih tanpa kabu-kabu masih sulit dilakukan.

Sebagai upaya penggunaan benih bermutu, murah, dan terjangkau oleh petani kapas, dilinter mekanis harus difungsikan. Dari hasil uji coba yang dilakukan oleh petani, hasil benih cepak (setengah gundul) dapat disortasi, sehingga hasilnya cukup baik.

2. Persiapan Lahan

Persiapan lahan untuk budidaya kapas dimulai dari pengolahan tanah. Mengingat kapas merupakan tanaman yang memiliki sistem perakaran yang panjang, maka sebaiknya dilakukan pengolahan tanah yang cukup.

Selain itu, lahan yang akan ditanami kapas sebaiknya dalam keadaan rata, dekat dengan air, dan drainasenya baik.

Pengolahan tanah dapat dilakukan dengan pencangkulan. Tujuan dari pengolahan tanah, yaitu untuk membersihkan sisa-sisa tanaman dan memudahkan perkembangan akar tanaman.

Selain itu, pengolahan tanah ini dapat menghilangkan tanaman inang yang menjadi tempat bersarangnya hama dan penyakit.

Setalah lahan dibersihkan dari sisa-sisa tanaman maupun sampah plastik, selanjutnya lahan diratakan. Pengolahan lahan sebaiknya dilakukan dua kali agar tanah menjadi gembur.

Selain dilakukan pencangkulan, lahan juga perlu diberi pupuk untuk meningkatkan unsur hara.

Dosis minimal pupuk yang diberikan adalah 60 kg N, 27 kg P2O5, dan 50 kg K2O. Selain itu juga  dapat juga disesuaikan dengan hasil analisis tanah dan tanaman kapas. Kemudian yang terakhir lahan dibuat bedengan dan juga saluran drainase.

3. Penanaman

Setelah lahan telah siap, maka selanjutnya yaitu penanaman biji kapas. Dimana jarak tanam yang biasa digunakan untuk penanaman kapas, yaitu 100 cm x 25 cm. Lubang tanam dibuat dengan kedalaman 1-3 cm emnggunakan tugal.

Pada setiap lubang ditanam 2-3 butir benih dan dipertahankan untuk menjadi satu tanaman. Selain itu, untuk setiap lubang tanam sebaiknya diberi furadan dan fungisida dengan dosis 34 kg/hektar agar terhindar dari penyakit.

Selanjutnya untuk pupuk dasar sebaiknya diberikan saat tanaman berumur 0-7 hari.  Dosis pupuk yang dianjurkan SP 36 sebanyak 150 kg/ ha dan pupuk KCL sebanyak 100 kg/ ha.

4. Pemeliharaan

Pemeliharaan tanaman kapas meliputi penyulaman, penyiangan, pembumbunan, penjarangan, penyiraman, dan juga pemupukan. Berikut ini adalah uraian dari pemeliharaan tanaman kapas tersebut :

a. Penyulaman

Secara umum benih kapas akan tumbuh pada hari ke-7 setelah tanam. Akan tetapi jika ada benih yang tidak tumbuh, maka segera lakukan penyulaman.

Penyulaman benih ini sebaiknya dilakukan saat tanaman berumur kurang dari 15 hari, yaitu antara 10-15 hari setelah tanam.

Tujuan dilakukanya penyulaman dengan segera, yaitu agar pertumbuhan tanaman dapat seragam dan mempermudah proses perawatanya.

b. Penyiangan

Penyiangan pada tanaman kapas sebaiknya tetap dilakukan sampai tanaman berumur 6 minggu. Tujuanya agar tidak terjadi kompetisi antara tanaman utama dengan tanaman pengganggu dalam mendapatkan unsur hara.

Penyiangan ini dapat dilakukan secara berulang-ulang jika gulma tumbuh subur disekitar tanaman utama. Penyiangan biasa dilakukan secara manual, yaitu dengan mencabut atau menggunakan koret.

c. Pembumbunan

Pembumbunan merupakan kegiatan menaikan tanah disamping kanan dan kiri barisan tanaman ke arah pokok tanaman.

Tujuan dari pembumbunan, yaitu untuk menguatkan perakaran agar tanaman tidak mudah roboh.

d. Penjarangan

Penjarangan pada tanaman kapas dapat dilakukan saat tanaman berumur 14 hari setelah tanam. Hal tersebut dikarenakan pada umur itu perakaran masih dalam kondisi mudah untuk dilakukan penjarangan.

Selain itu, pada umur tersebut tergolong cukup ideal untuk melakukan penyeleksian tanaman. Penjarangan tanaman ini dapat dilakukan secara manual dengan cara mencabut tanaman menggunakan tangan.

Penjarangan dilakukan pada setiap lubang tanam dengan mempertahankan satu tanaman yang sehat dan tidak cacat.

e. Penyiraman

Kapas merupakan tanaman yang membutuhkan air dari awal penanaman hingga menjelang panen. Akan tetapi, perlu diketahui bahwa saat panen dibutuhkan keadaan kering.

Oleh karena itu apabila curah hujan kurang mencukupi, maka sebaiknya dilakukan penyiraman pada waktu pagi dan sore hari.

f. Pemupukan

Untuk mendapatkan hasil yang baik, maka tanaman kapas perlu diberikan pupuk susulan. Dimana pupuk kedua diberikan pada saat tanaman berumur 2 minggu.

Pupuk yang diberikan yaitu pupuk urea dengan dosis 300kg/ ha. Kemudian pemupukan ke-3 dilakuakan saat tanaman berumur 4 minggu menggunakan jenis dan dosis pupuk yang sama dengan pemupukan  ke-2.

Tidak cukup sampai itu, pupuk urea juga diberikan saat akhir perawatan karena pupuk ini mudah larut dan terbawa air.

Baca juga :

Demikian artikel tentang cara budidaya kapas agar panen melimpah, dan semoga bermanfaat bagi Anda.

Follow Facebook Olehkita.com, untuk mendapatkan informasi terbaru terkait pertanian dan pendidikan dengan cara Klik disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *