Cara Budidaya Tanaman Tebu Supaya Hasil Optimal

Cara Budidaya Tanaman Tebu Supaya Hasil Optimal

Olehkita.com. Tebu atau yang disebut dengan nama latin Saccharum officinarum L. merupakan tanaman yang tumbuh di dataran rendah.

Tanaman ini menyerupai bambu dengan ukuran kecil dan hanya dapat tumbuh di daerah tropis.

Cara Budidaya Tanaman Tebu Supaya Hasil Optimal
Cara Budidaya Tanaman Tebu Supaya Hasil Optimal

Tanaman jenis rumput-rumputan ini diperkirakan berasal dari Papua dan mulai dibudidayakan sejak 8.000 SM. Kemudian tanaman ini menyebar seiring dengan migrasi manusia.

Penyebaran tanaman tebu, mulai dari Papua ke Kepulauan Solomon, New Hibride, dan Kaledonia Baru.

Sementara itu di Indonesia,  sebagian besar penghasil tebu berada di Sumatera Selatan, Sumatra Barat, Lampung, Nusa Tenggara dan Jawa.

Tanaman yang memiliki batang dengan rasa manis ini merupakan bahan baku pembuatan gula. Selain itu, daun-daun dari tanaman tebu juga dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak.

Berikut ini adalah klasifikasi dari tanaman tebu :
DivisiSpermatophyta
SubdivisioAngiospermae
KelasMonocotyledonae
OrdoGraminales
FamiliGramineae
GenusSaccharum
SpesiesSaccharum officinarum L.

Tanaman tebu mempunyai sistem perakaran serabut dengan batang berbentuk silinder dan beruas-ruas. Batang tersebut berwarna hijau hingga hijau kekuningan.

Daun tanaman ini berbentuk panjang dengan tulang daun yang sejajar, sama seperti daun padi.

Pada daun tanaman ini terdapat bulu-bulu yang berfungsi untuk menghalau serangga pengganggu.

Sementara itu, ada beberapa jenis tebu yang sering ditanam oleh petani. Diantaranya POY 3016, PS 8, PS 30, PS 36, PS 38, PS 41, BZ 132, dan Kidang Kencana.

Selain itu, terdapat beberapa varietas unggul dari tanaman tebu. Berikut ini tabel karakteristik varietas unggul tanaman tebu.

Uraian
Varietas
PS 864RGM 97-8752
1.TetuaPR 1117 PolycrossSS 113 X GM 15
2.Ciri morfologi
-Bentuk batangKonis dengan penampang melintang agak pipihKonis dan batang memiliki susunan ruas cenderung zig-zag
-Warna batangHijau kekuninganHijau tua
-Lapisan lilin pada batangTipisTebal
-Warna daunHijau kekuninganHijau tua
-Bentuk mata tunasBulat dengan bagian terlebar di bagian atas tengah mataOval, tidak berjambul, dan tidak terdapat rambut tepi sayap
-BungaAdaTidak ada
3.Keunggulan
-AnakanBanyakBanyak
-Kualitas niraRendemen sekitar 8,3-9,1 %Rendemen sekitar 8,5 %
-Daya keprasanBaikBaik
-Daya adaptasiAgak luasCukup luas
-Ketahanan terhadap hama penggerek batang dan pucukAgak tahanToleran

Untuk mendapatkan produktivitas yang baik tidak hanya bergantung pada penggunaan varietas unggul saja, namun perlu menerapkan teknik budidaya yang baik.

Pada pertemuan kali ini Acafeny.com ingin berbagi informasi tentang cara budidaya tanaman tebu secara tepat. Berikut ini adalah cara tahapan-tahapan dari budidaya tanaman tebu agar mendapatkan hasil yang optimal.

Cara Budidaya Tanaman Tebu Supaya Hasil Optimal

1. Syarat Tumbuh

Tanaman tebu akan tumbuh dengan baik pada dataran rendah yang kondisinya kering dan ketinggianya dibawah 500 m dpl.

Selain itu, tanaman ini cocok pada daerah yang beriklim panas dan lembab dengan suhu sekitar 25-28oC.

Jenis tanah yang cocok untuk budidaya tanaman tebu bersifat kering-kering basah, dengan curah hujan kurang dari 2.000 mm/tahun.

pH tanah yang sesuai untuk budiaya tanaman tebu tidak terlalu masam, yaitu pada pH di atas 6,4.

2. Pembibitan

Terdapat beberapa jenis bibit tebu, antara lain bibit rayungan, setek pucuk, dan bibit bonggil. Bibit tanaman tebu sebaiknya diseleksi di luar kebun.

Bibit setek sebaiknya ditanam secara berhimpitan agar mendapatkan jumlah anakan semaksimal mungkin. Secara umum dalam satu hektar terdapat 70.000 bibit setek.

Sebelum dilakukan penanaman sebaiknya bibit setek direndam terlebih dahulu pada larutan pupuk organik yang mengandung ZPT. Diantaranya mengandung auksin, giberelin, dan sitokinin.

Sedangkan dosis yang digunakan sebaiknya sesuai dengan anjuran dan Natural GLIO disi 5 g/ 10 liter air.

3. Persiapan Lahan

Langkah awal dalam persiapan lahan untuk budidaya tanaman tebu yaitu pembuatan got dan dilanjutkan dengan pembuatan juring.

Untuk ukuran got standar, yaitu got keliling (mujur) dengan lebar 60 cm dan dalam 70 cm. Sedangkan untuk got malang (palang) lebar 50 cm dan dalamnya 60 cm.

Sementara itu, buangan tanah got diletakkan disebelah kiri got. Jika got diperdalam lagi setelah tanam, maka tanah buanganya diletakkan di sebelah kanan got supaya masih ada jalan mengontrol tanaman.

Juring atau yang disebut lubang tanam baru dapat dibuat setelah got-got malang mencapai kedalaman 60 cm. Selain itu, tanah galian got juga harus sudah diratakan.

Lubang tanam memiliki ukuran standar dengan lebar 50 cm dan dalamnya 30 cm untuk tanah basah. Sedangkan untuk jenis tanah kering lebarnya 25 cm.

Pembuatan juring harus dilakukan dua kali, yaitu setek pertama dan setek kedua. Jalan kontrol dibuat sepanjang got mujur dengan lebar kurang lebih 1 m.

Setiap lima bak dibuat jalan kontrol sepanjang got malang dengan lebar sekitar 80 cm. Sementara itu, pada juring  nomor 28, guludan diratakan untuk jalan kontrol (jalan tikus).

Selain di sawah tanaman tebu dapat dibudidayakan pada lahan kering. Dimana persiapanya dimulai dari pembersihan gulma sampai dengan pembuatan kairan atau alur tanam.

Setalah lahan dibersihkan dari gulma dan rumput, maka langkah selanjutnya dilakukan pengolahan lahan sebanyak tiga kali. Pengolahan lahan ini dapat dilakukan menggunakan bajak atau garu traktor.

Pengolahan tanah yang pertama menggunakan bajak bertujuan untuk memecah dan membalikkan tanah.  Arah bajak yaitu 45o dari alur tanaman yang dibongkar, sehingga dengan begitu akan meratakan lahan bekas guludan lama.

Hal tersebut akan mempermudah proses oksidasi dan pembusukan bahan organik yang masih mentah.

Pengolahan yang kedua dilakukan menggunakan garu yang arah kerjanya tegak lurus dengan kegiatan bajak.

Tujuan penggunaan garu ini untuk mencacah ulang seresah dan sisa tebangan yang masih berada dalam tanah. Selain itu, juga berfungsi untuk menghancurkan bongkahan-bongkahan tanah.

Setelah tujuh hari, maka dilanjutkan lagi dengan pengolahan tanah yang ke tiga. Pengolahan ini dilakukan dengan menggunakan garu supaya tanah memiliki tekstur yang remah, sehingga baik untuk lahan budidaya.

Langkah selanjutnya setelah selesai pengolahan lahan yaitu pembuatan kair/alur tanam dengan jarak pusat ke pusat (PKP) juring 1,20 m.

Sedangkan untuk kedalaman juring yaitu 40 cm. Kemudian dilanjutkan dengan membuat jalan infield dengan menggunakan alat ridgers.

Jalan infield pada kebun ini dibuat dengan panjang row kurang lebih 50 cm dan lebar 2-3 m.

4. Penanaman

Terdapat tiga cara penanaman bibit tebu tergantung dari jenis bibit yang akan ditanam. Berikut ini cara penanaman bibit tebu sesuai dengan jenis bibit yang digunakan tersebut :

a. Bibit setek pucuk

Bibit setek pucuk merupakan bibit yang diambil dari pucuk tebangan tebu dengan panjang sekitar 3 ruas.

Daun tanaman tebu yang masih melekar harus dikelupas terlebih dahulu. Secara umum pada bibit setek pucuk terdapat 2-3 mata.

Cara penanaman dapat dilakukan dengan menidurkan kemudian sedikit timbun menggunakan tanah.  Tunas tersebut harus diletakkan di sebelah kiri dan kanan.

Sebelum dilakukan penanaman, maka perlu disiapkan terlebih dahulu lubang tanam dalam kondisi yang kering. Jika lubang tanaman ditumbuhi rumput, sebaiknya dilakukan penyiangan terlebih dahulu.

Setelah itu, tanah guludan dimasukan ke lubang tanam yang kedalamanya 35 cm dan telah diberi sedikit air. Setalah itu, diamkan selama 1 hari kemudian baru lakukan penanaman bibit tebu setek pucuk.

b. Bibit rayungan

Bibit yang telah tumbuh disebut dengan bibit rayungan. Umumnya bibit jenis ini memiliki dua atau tiga mata.

Biasanya cara yang dilakukan untuk penanaman bibit adalah pinggir 1,3m, lebar parit keliling 0,7m, dan dalamnya 0,7m.

Panjang parit malang 100m, lebar 0,5 m, dan kedalaman 0,5 m. Lebar dari parit mujur 0,7 m dengan kedalaman 0,7 m.

Parit malang dengan panjang 100 m dibagi menjadi sebagai berikut.

  • Pembuatan parit 1 x 0,70 m = 0,70 m.
  • Jalan dari tempat pembuangan tanah dari hasil galian membuat parit tersebut diambil 1,30 m.
  • Lubang tanam 40 m.
  • Tempat guludan 0,58x 100m = 58 m.
  • Kedalaman lubang tanam 0,35 m.

Oleh karena itu, lubang tanam dengan panjang 10 m, dibutuhkan 20 bibit ditambah dengan bibit cadangan untuk penyulaman.

c. Bibit bonggol

Bibit yang diambil dari bagian bawah tebu yang habis ditebang disebut dengan bibit bonggol. Umumnya batang ini masih terpendam dalam tanah.

Biasanya bibit bonggol memiliki 2-3 mata. Untuk cara penanamanya bibit ini ditanam dengan posisi agak miring.

Secara umum, waktu yang tepat untuk penanaman tebu yaitu di bulan Mei, Juni, dan Juli. Hal tersebut karena berkaitan dengan masaknya tebu dengan rendemen tinggi.

5. Pemeliharaan Tanaman

Untuk mendapatkan hasil yang optimal, maka setelah bibit tebu selesai ditanam dilanjutkan dengan perawatan tanaman. Dimana proses perawatan tanaman tebu terbagi menjadi delapan.

Diantaranya penyiraman, penyulaman, pembumbunan, garpu muka gulud, klentek, tebu roboh, pemupukan, dan tebu kepras.

Berikut ini adalah cara-cara pemeliharaan tanaman tebu tersebut : Teknik Pemeliharaan Tanaman Tebu Secara Tepat

Baca juga : Teknik Pengendalian Hama dan Penykit Tanaman Tebu 

Demikian artikel tentang, cara budiaya tanaman tebu agar mendapatkan hasil yang optimal. Semoga bermanfaat bagi Anda.

Follow Facebook Olehkita.com, untuk mendapatkan informasi terbaru terkait pertanian dan pendidikan dengan cara Klik disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *