Cara Budidaya Tanaman Temabakau Supaya Panen Melimpah

Cara Budidaya Tanaman Temabakau Supaya Panen Melimpah

Olehkita.com Seperti yang kita ketahui bahwa tembakau adalah salah satu produk unggul pertanian yang diproses dari daun tanaman genus Nicotiana.  Tanaman tembakau merupakan bahan baku utama untuk pembuatan rokok yang sangat digemari oleh masyarakat Indonesia.

Asal- usul pengembangan tanaman tembakau di Pulau Jawa dimulai pada abad ke-17 oleh orang-orang Portugis. Kemudian pada abad ke 18 tembakau banyak diminati oleh masyarakat, sehingga membuat tanaman ini menjadi bahan perdagangan terpeting setelah beras di pasar Asia.

Cara Budidaya Tanaman Temabakau Supaya Panen Melimpah dan Berkualitas
Cara Budidaya Tanaman Temabakau Supaya Panen Melimpah dan Berkualitas

Pada masa itu permintaan akan tembakau di pasar Asia dan Eropa cukup tinggi, akan tetapi VOC tidak tertarik untuk memproduksi tembakau. Hal tersebut dikarenakan komoditas tembakau tidak sesuai untuk kebutuhan ekspor.

Secara umum tembakau yang baik hanya dihasilkan di daerah- daerah tertentu. Di Indonesia terdapat beberapa daerah penghasil tembakau, antara lain Sumatra Utara (Deli), Sumatra Barat (Payakumbuh), Sumatra Selatan (Palembang), Jawa Tengah (Surakarta, Kalten, Kedu, Temanggung, Parakan, Dieng, serta Wonosobo),  dan Jawa Timur (Besuki dan Bojonegoro).

Selain ditentukan oleh lokasi tanamnya, kualitas tembakau yang baik juga ditentukan oleh cara pengolahanya.  Untuk mengenal lebih jelas mengenai tanaman tembakau, maka perhatikan tabel klasifikasi tanaman tembakau berikut ini.

Divisi
Spermatopytha
SubdivisiAngiospermae
KelasDicotyledonae
OrdoSolanales
FamiliSolanaceae
GenusNicotiana
SpesiesNicotiana tabacum

Tanaman tembakau memiliki sistem perakaran tunggang dengan panjang antara 50-70cm. Selain itu juga terdapat akar serabut yang akan muncul saat tanaman dipindah tanaman dan berkembang di sekitar leher akar.

Tembakau mempunyai batang yang berdiri tegak dengan warna hijau muda dan berbulu. Tanaman ini memiliki tinggi antara 55-100 cm bahkan lebih dengan internoda yang rapat.

Daun tembakau bersifat tunggal, bertangkai atau duduk dibatang, dan tersusun secara spiral. Jumlah daun berkisar antara 18-25 lembar, dengan panjang 30-45 cm dan lebar 15-27 cm. Akan tetapi, untuk bentuk daun tanaman ini bervariasi sesuai dengan varietasnya.

Bunga tanaman tembakau tergolong majemuk, berbentuk malai dengan karangan bunga berbentuk piramidal, dan terletak di ujung tanaman. Kemudian untuk buahnya memiliki bentuk seperti telur ayam dengan panjang sekitar 1,5-2 cm. Buah tersebut warna hijau saat masih muda dan akan berubah menjadi coklat setelah masak.

Terdapat beberapa varietas unggul dari tanaman tembakau yang di anjurkan untuk dibudidayakan. Dimana varietas unggul ini memiliki peranan penting untuk menentukan hasil produksi dari budidaya tanaman tembakau. Berikut ini adalah tabel varietas unggul tanaman tembakau nusantara :

Jenis Tembakau
Varietas yang Dianjurkan
Cerutu–          tembakau deli adalah D-4, KF-7, dan F1-45
–          Tembakau vorstenlanden (untuk cerutu) adalah timor vorstenlanden (TV) x gayamprit (G).
–          Tembakau Besuki (tembakau pembalut dan pengisi cerutu) adalah H328, H 392, H 887, dan H362 B).
PipaTembakau Lumajang adalah K dan SAX
Sigaret–          Tembakau Virginia (tembakau sigaret) adalah dixie bright (DB) 101, coker 319, coker 48, coker 86, coker 176, north carolina 95, dan north carolina 2514.
–          Tembakau oriental (Turki) adalah samsun, smyrna, mecedonia orienta, dan xanthi.
–          Tembakau barley adalah KY 17, barley 21, dan Tn 87.
Asli/ RajanganTerdiri atas banyak varietas sesuai dengan daerah pengembanganya.

Setelah mengetahui berbagai varietas unggul dari tanaman tembakau, maka perlu kita ketahui juga pentingnya syarat tumbuh dari tanaman tersebut. Dimana keberhasilan budidaya tembakau akan didapatkan apabila syarat tumbuhnya sesuai dengan yang dikehendaki oleh tanaman tersebut.

Tanaman tembakau merupakan tanaman tropis yang dapat hidup pada rentang iklim yang luas. Tanaman ini dapat tumbuh dari 60o LU-40o LS. Untuk suhu minimum yang dikehendaki tanaman ini yaitu 15o C dan suhu maksimumnya 42o C. Sedangkan untuk suhu ideal pada waktu siang hari sekitar 27o C.

Dari saat penanaman hingga fase pemasakan daun tanaman ini diharapkan dalam kondisi kering. Oleh karena itu, maka tak heran apabila curah hujan juga menentukan faktor hasil dan mutu yang didapatkan. Dengan demikian, maka diperlukan pengaturan waktu tanaman yang didasarkan periode kering, sehingga dapat mendukung akan keberhasilan budidaya.

Taman tembakau menghendaki tanah dengan struktur yang baik, remah, gembur, drainase baik, dan permeabilitasnya tinggi (daya pegang air baik). Untuk tekstur atas yang baik untuk tanaman tembakau adalah lempung berpasir atau pasir berlempung dengan subsoil liat berpasir. Selain itu pH tanah yang dikehendaki untuk budidaya tanaman tembakau, yaitu kisaran 6,0-7,5.

Setelah kita memahami ciri tanaman tembakau, varietas unggul, dan juga syarat tumbuhnya, maka selanjutnya yaitu cara budidaya tanaman tersebut. Dimana cara budidaya tanaman tembakau terbagi menjadi beberapa tahapan, meliputi pembibitan, persiapan lahan, penanaman, pemeliharaan, serta pengendalian hama dan penyakit. Berikut ini adalah cara budidaya tanaman tembakau :

Cara Budidaya Tanaman Temabakau Supaya Panen Melimpah

1. Penyediaan bibit

Langkah awal dalam proses pembibitan, yaitu membuat bedengan untuk persemaian. Karena ukuran bibit yang sangat kecil, maka pembuatan bedengan ini harus dilakukan dengan secermat mungkin.

Pengolahan lahan untuk pembibitan ini sebaiknya dilakukan 2 -3 kali agar tanah menjadi gembur dan terkena sinar matahari dan angin secara cukup. Hal ini bertujuan agar terhidar dari patogen penyebab penyakit.

Selanjutnya bedengan dibuat dengan ukuran panjang 5 m dan lebar 1 m. Sedangkan untuk tinggi bedengan dibuat 20-30 cm dan membujur ke arah utara- selatan. Bedengan dibuatkan atap dari plastik yang dapat dibuka dan ditutup

Bagi tanah yang tidak subur, maka perlu ditambahkan pupuk berupa ZA sebanyak 700 g dan SP-36 350 g untuk setiap 10 m2.dalam bedengan. Sebelum benih ditabur, sebaiknya bedengan diratakan terlebih dahulu dan permukaanya sedikit dipadatkan.

Setalah diratakan baru taburkan benih sekitar 2 gram/ 10 m2 bedengan. Selanjutnya bedengan ditaburi pasir lembut atau menggunakan abu dapur. Untuk proses perkecambahan dan pertumbuhanya benih memerlukan penyinaran dan juga penyiraman secara teratur.

Penyiraman dapat dilakukan pada waktu pagi dan sore secukupnya saja untuk mengondisikan media agar tetap terjaga kelembabanya.

Setelah bibit berumur 2-3 minggu, maka atap perlu dibuka saat pagi hari dan ditutup kembali pada waktu siang hari. Kemudian  setelah daun memiliki lebar berkisar 5 cm, maka atap dapat dibuka sepanjang hari.

Sebagai upaya untuk menghindari serangan penyakit rebah semai, sebaiknya bedengan disemprot menggunakan fungisida BB 0,5-1,5 %. Akan tetapi, Anda juga dapat melakukan penyemprotan menggunakan jenis fungisida lainya, seperti Benlate atau Dithane.

Penyemprotan ini mulai dilakukan saat bibit berumur 2-3 minggu setelah tanam, dan penyemprotan ini diulangi setiap seminggu sekali.

Bibit siap untuk dipindah ke lapang setelah berumur 35-50 hari. Sebelum bibit dicabut dari bedengan, sebaiknya siram terlebih dahulu agar proses pencabutan lebih mudah.

Pencabutan bibit dari bedeng dilakukan pada waktu pagi hari dan ditanam saat sore hari. Untuk mengantisipasi agar bibit tidak layu, maka letakkan bibit dalam keranjang dan tutupi menggunakan daun pisang lalu taruh pada tempat yang teduh.

2. Persiapan Lahan

Persiaan lahan untuk budidaya tanaman tembakau dimulai dengan pembabatan jerami di sawah atau pembabatan tunggul-tunggul pohon di tegalan. Pengolahan lahan dapat dilakukan menggunakan cangkul ataupun bajak  saat tanah masih mengandung air, sehingga tidak terlalu susuh untuk diolah.

Tanah diolah dan dibentuk guludan agar tanaman tidak kelebihan air saat turun hujan. Selain bertujuan untuk menghindari kelebihan air, pembentukan guludan ini berfungsi memberikan lingkungan yang baik bagi perkembangan akar tembakau.

3. Penanaman

Penanaman tembakau ditentukan oleh waktu akan dipanen. Sebagai contoh, apabila tembakau akan dipanen pada bulan Agustus, maka penanaman dilakukan pada bulan Juni.

Sedangkan untuk tembakau gunung yang tergantung dengan hujan sebaiknya penanaman diajukan pada bulan Mei. Dimana pada bulan Mei curah hujan rata-rata masih di atas 100 mm.

Tanaman tembakau akan menghasilkan mutu yang tinggi jika paling sedikit satu bulan sebelum panen kondisi cuaca cerah atau tidak terkena hujan sampai pemanenan tiba.

Pada lahan gunung atau tegalan yang sulit mendapatkan air populasi tanaman tembakau lebih sedikit daripada tembakau sawah.

Dimana secara umum populasi yang digunakan petani tembakau gunung berkisar 20.000 dan 25.000 tanaman per hektar. Sedangkan untuk tembakau sawah, yaitu 30.000 tanaman per hektar dan ternbaik 33.000 tanaman per hektar.

Jarak barisan antar guludan adalah 100 cm, dan jarak tanam dalam barisan guludan 50 cm, sedangkan jarak tanam dalam barisan 45 cm.

4. Pemeliharaan

Pemeliharaan tanaman tembakau terbagi menjadi beberapa tahapan, antara lain penyiraman, pendangiran, pembumbunan, penyiangan, pemupukan, pemangkasan, dan penunasan. Berikut ini tahapan pemeliharaan tanaman tembakau yang perlu dilakukan tersebut :

a. Penyiraman

Dalam budidaya tanaman tembakau penyiraman dapat dilakukan sebanyak 39 kali selama masa pertumbuhan tanaman.

Dimana kebutuhan air untuk tembakau sawah berbeda dengan tembakau tegalan, masing-masing perlu 0,5 L dan 2 L air pada setiap tanaman tembakau.

a. Pendagiran, Pembumbunan, dan Penyiangan

Pendangiran pada guludan tanaman tembakau dapat dilakukan setelah tanaman berumur 3 minggu. Pendangiran ini diiringi dengan dilakukanya pembumbunan dan penyiangan terhadap tanaman pengganggu atau gulma.

Pendangiran ini dilakukan lagi setalah tanaman tembakau berumur 5 minggu dan 7 minggu.

b. Pemupukan

Pemberian pupuk dalam budidaya tanaman tembakau perlu disesuaikan dengan kandungan unsur hara tanah dan juga kebutuhan tanaman.

Pupuk N diberikan 2 kali, yaitu setegah dari dosis diberikan saat tanaman berumur 1 minggu, dan setegahnya lagi diberikan saat tanaman berumur 3 minggu.

Caranya pupuk dimasukan ke dalam lubang yang dibuat dengan tugal yang berada disekitar tanaman. Sedangkan untuk pupuk P yang diperlukan antara 35-45 kg P2O5/Ha yang dapat dipenuhi dengan 100-120 kg SP 36 yang diberikan saat tanam.

Pada umumnya petani memberikan pupuk N dan P dengan cara melarutkan pada air, lalu kemudian disiramkan di sekitar tanaman. Pemberian pupuk ini diberikan secara berulang-ulang sampai kebutuhan nutrisi tanaman terpenuhi.

Sementara itu, untuk unsur Zn, K, dan B dapat dipenuhi dengan memberikan pupuk kandang yang dosisnya kurang lebih 5 ton/ Ha. Dimana pemberian pupuk ini dilakukan pada saat sebelum tanam dan diberikan pada tiap lubang tanam.

c. Pemangkasan

Pemangkasan daun tembakau dilakukan saat tanaman mengeluarkan bunga. Dimana pemangkasan ini dilakukan dengan memangkas tiga daun bendera. Pemangkasan pada daun bendera ini bertujuan agar didapatkan 11-13 daun produksi. Selain itu, tujuan utama dilakukanya pemangkasan, yaitu untuk mengalihkan pertumbuhan bunga dan buah ke arah pertumbuhan daun atas agar tumbuh besar dan tebal.

e. Penunasan

Tanaman tembakau yang talh dipangkas akan tumbuh tunas lateral, sehingga dengan adanya tunas tersebut membuat energi pertumbuhan akar terkuras.

Oleh karena itu, tunas harus dibuang agar pertumbuhan dapat maksimal. Pembuangan tunas ini dilkaukan setiap 3 minggu sekali mengingat pertumbuhan tunas yang tidak serentak.

Cara membuang tunas ini dapat dilakukan secara manual menggunakan tangan ataupun dengan bahan kimia.

Menghilankan tunas menggunakan bahan kimia dapat dilakukan dengan melarutkan Prowl dalam air sampai konsentrasi 10-15%, lalu kemudian dituangkan pada ketiak daun. Pengaplikasian ini dapat Anda lakukan setalah tanaman selesai dipangkas.

Demikian artikel tentang cara budidaya tanaman tembakau supaya mendapatkan hasil yang melimpah dan berkualitas, semoga bermanfaat bagi Anda.

Baca juga :

Follow Facebook Olehkita.com, untuk mendapatkan informasi terbaru terkait pertanian dan pendidikan dengan cara Klik disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *