Cara Budidaya Vanili Secara Tepat dan Lengkap

Cara Budidaya Vanili Secara Tepat dan Lengkap

Olehkita.com. Vanili atau yang disebut dengan nama latin Vanilla planifolia Andrews merupakan tanaman yang berbuah yang memiliki aroma sangat harum.

Oleh karena itu, tak heran jika buah ini dimanfaatkan sebagai penambah aroma untuk berbagai makanan.

Vanili termasuk penyedap rasa dengan harga termahal di dunia, sehingga sering kali tanaman ini dijuluki sebagai emas hijau.

Harganya yang mahal dari vanili cukup pantas karena budidaya dan proses pascapanen tanaman ini lebih rumit dibandingkan tanaman lainya.

Meskipun demikian, masih tetap saja banyak petani yang ingin membudidayakan tanaman tersebut.

Cara Budidaya Vanili Secara Tepat
Cara Budidaya Vanili Secara Tepat dan Lengkap

Dalam proses budidaya vanili terdapat beberapa tahapan penting yang perlu diperhatikan untuk menunjang keberhasilan dalam budidaya.

Tahapan tersebut meliputi pemahaman syarat tumbuh, pembibitan dan varietas unggul, persiapan lahan, penanaman tanaman pelindung, penanaman, dan pemeliharaan tanaman.

Berikut ini adalah tahapan-tahapan dari proses budidaya tersebut.

Cara Budidaya Vanili Secara Tepat dan Lengkap

1. Syarat Tumbuh

Budiaya vanili sebaiknya dilakukan pada kondisi lahan yang datar, tidak tergenang air, dan juga tidak becek.

Tanaman ini cocok apabila ditanam pada jenis tanah bertekstur, lempung, berhumus, berpasir, dengan tingkat keasaman netral hingga agak masam.

Tanaman vanili juga  dapat ditanam tumpang sari dengan kopi ataupun kelapa seperti yang dilakukan di Bali.

Sementara itu, tanaman vanili dapat tumbuh dengan baik pada daerah tropis di antara garis 20oLU dan 20oLS. Tanaman ini akan tumbuh dengan baik pada daerah dengan ketinggian 800-1.200 m dpl.

Sedangkan suhu yang ideal untuk tanaman ini adalah 20-38o C dan curah hujanya 500-3.000 mm/ tahun.

2. Pembibitan dan Varietas Unggul

Secara umum perbanyakan tanaman vanili banyak dilakukan secara vegetatif melalui setek. Setek yang baik dihasilkan dari tanaman induk yang sehat, subur, berdaun lebar, ruas-ruas batang rapat dan lingkaran batang besar.

Selain itu, ciri setek yang baik juga didapatkan dari tanaman yang belum pernah berbunga dan berbuah.

Tanaman induk dibiarkan membentuk cabang dengan jumlah yang banyak melalui proses pemangkasan pucuk diawal musim hujan. Selain itu, buang semua  bunga yang tumbuh.

Sementara itu, pengambilan setek ini sebaiknya dilakukan diawal musim hujan. Umumnya setek yang digunakan berukuran 1 m atau lebih dengan jumlah ruas sekitar 7-8 ruas.

Setek tanaman vanili dapat disemai dalam bak dengan media tanam berupa campuran pasir, pupuk kandang, dan tanah.

Selain itu, penyemaian tanaman dapat dilakukan dalam polibag. Supaya dapat menghemat bahan untuk bibit setek dapat dibuat dengan ukuran pendek, yaitu 2-3 ruas saja.

Untuk varietas unggul tanaman vanili yang memiliki nilai ekonomis terbagi menjadi tiga jenis, diantaranya sebagai berikut.

a.Vanila tahitensis JW. Moore. Merupakan jenis terkeil dan banyak terdapat di Tahiti dan Karibia.

b.Vanila pompana Schiede. Varietas ini banyak terdapat di Amerika Utara, Amerika Tengah, dan Amerika Selatan.

c.Vanila planifolia Andrews. Merupakan jenis vanili terbaik dan paling banyak ditanam di dunia.

3. Persiapan Lahan

Pembukaan lahan untuk budidaya vanili sebaiknya dilakukan pada awal musim hujan. Sebaiknya lahan yang akan digunakan untuk budidaya tanahnya belum pernah terinfeksi oleh penyakit, terutama jenis penyakit busuk batang.

Lahan dilakukan pencangkulan sampai kedalaman 20-30 cm dan biarkan terbuka, supaya terkena sinar matahari secara langsung. Hal tersebut bertujuan untuk menekan perkembangan cendawan patogenik.

Selain itu, buat saluran pembuangan dengan ukuran lebar 40 cm dan dalam 40 cm untuk menghindari terjadinya genangan air.

4. Penanaman Tanaman Pelindung

Penanaman tanaman pelindung dalam budidaya vanili sangat diperlukan. Terdapat beberapa persyaratan terkait pohon pelindung yang ditanam.

Diantaranya pertumbuhanya cepat, rimbun, tidak mempunyai sifat gugur daun saat musim kemarau, mudah dipangkas, dan daun berjatuhan cukup banyak.

Selain itu, tanaman tidak mudah terserang hama, dan bukan inang penyakit tanaman vanili.

Beberapa tanaman pelindung yang biasa digunakan untuk budidaya vanilia antara lain lamtoro, Glyricidia maculata, dan dadap.

Beberapa tanaman tersebut dapat bersimbiosis dengan bakteri nitrogen, sehingga dapat meningkatkan kesuburan tanah.

Selain itu, tanaman pelindung juga berfungsi untuk melindungi tanah dari bahaya erosi karena perakaranya cukup baik.

Ada beberapa tahapan untuk penanaman tanaman pelingdung, diantaranya sebagai berikut.

a.Lakukan pengolahan lahan sambil memberisihkan kotoran dan rumput, kemudian digemburkan menggunakan cangkul.

b.Buat bedengan dengan ukuran lebar 1,2 m dan panjang menyesuaikan lahan, serta arahkan bedengan ke utara-selatan. Tujuan diarahkanya ke utara-selatan yaitu agar tanaman dapat terkena sinar matahari secara cukup. Buat parit selebar 30 cm diantara dua bedengan untuk irigasi dan drainase.

c.Penanaman tanaman pelindung dilakukan ditengah bedengan dengan jarak tanam disesuaikan dengan jarak tanam vanili. Jarak tanam yang biasa digunakan yaitu 1,5m x 1,5m atau 1,5 x 1,25m. Sedangkan lubang tanam dibuat dengan ukuran 30 cm x (30 x 40 ) cm. Tanah galian perlu dicampur dengan pupuk kandang, kemudian dapat dikembalikan lagi setelah 15-30 hari bersamaan dengan penanaman.

d.Tanaman pelindung ditanam dengan stump. Dimana bagian pucuknya ditutup menggunakan pelepah pisang, atau lembaran plastik agar tidak kering. Setelah tiga bulan stump akan tumbuh.

5. Penanaman

Setek panjang atau tujuh ruas yang akan ditanam sebaiknya diambil dari tanaman induk seminggu sebelum tanam.

Hal tersebut bertujuan agar luka bekas pangkasan sudah mengering. Lubang tanam sebaiknya digali dekat dengan tanaman penegak dengan kedalaman yang cukup untuk menampung 2-3 ruas pangkal bibit.

Tanah galian perlu dicampur dengan pupuk kandang yang sudah siap pakai (matang). Sebelum dilakukan penanaman tiga ruas bagian bawah setek dipangkas daunya.

Kemudian ruas tersebut dibenamkan kedalam tanah, sedangkan pada bagian ujungnya tidak dibenamkan dalam tanah agar tidak membusuk.

Untuk sisa setek bagian atas ditempelkan pada pohon penegak menggunakan tali rafia. Saat pengikatan ini, sebaiknya akar perekat harus menghadap ke pohon penegak agar dapat segera menempel pada kulit pohon penegak.

Penanaman setek vanili yang dilakukan pada musim hujan tidak perlu dilakukan penyiraman. Setelah itu, tanaman perlu dilakukan penyiraman.

Penyiraman ini bisa dilakukan menggunakan sprayer yang halus. Sebagai upaya dalam memudahkan budidaya sebaiknya pertumbuhan tanaman diatur dengan menjalarkanya serendah mungkin.

Dimana ketinggian yang ideal untuk penjalaran tanaman vanili yaitu 1,5-2 m yang disebut dengan ketinggian ekonomis. Jika dibiarkan tumbuh panjang tanaman vanili ini dapat mencapai 100 m.

Bibit vanili dalam polibag yang telah tumbuh sudah mencapai tujuh ruas bisa untuk ditanam bersama medianya ke lubang tanam.

Sedangkan untuk plastik polibag harus dilepaskan dengan hati-hati agar media tidak pecah, karena dapat mengganggu perakaran tanaman.

6. Pemeliharaan

Ada beberapa tahapan dalam pemeliharaan tanaman vanili. Diantaranya penyulaman, penyiangan, mengatur penjalaran, pemangkasan, serta pemupukan dan penggemburan tanah.

Berikut ini adalah beberapa kegiatan dari pemeliharaan tanaman vanili tersebut: Pemeliharaan Tanaman Vanili Secara Tepat.   

Baca juga :

Demikian artikel tentang, Cara Budiaya Vanili Secara Tepat. Semoga dapat menjadi referensi bagi Anda.

Follow Facebook Olehkita.com, untuk mendapatkan informasi terbaru terkait pertanian dan pendidikan dengan cara Klik disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *