Cara Panen dan Pasca Panen Tanaman Kelapa Sawit Secara Tepat

Cara Panen dan Pasca Panen Tanaman Kelapa Sawit Secara Tepat

Olehkita.com. Tanaman kelapa sawit merupakan salah satu komoditas perkebunan dengan prospek harga, ekspor, dan juga pengembangan yang cukup baik.

Untuk itu, maka tak heran apabila banyak petani mengupayakan untuk membudidayakan tanaman tersebut agar mendapatkan keuntungan yang lebih.

Secara umum dalam melakukan budidaya tanaman kelapa sawit tergolong cukup mudah apabila sudah mengetahui teknik budidayanya.

Terdapat beberapa tahapan penting yang perlu diperhatikan sebelum melakukan budidaya tanaman ini.

Tahapan tersebut meliputi pemahaman syarat tumbuh tanaman, pembibitan, persiapan lahan, penanaman, dan juga pemeliharaan. Berikut adalah ini adalah tahapan-tahapanya : Teknik Budidaya Kelapa Sawit Supaya Panen Melimpah

Selain dari teknik budidaya, sering kali petani mengalami kendala terkait hama dan penyakit yang menyerang tanaman kelapa sawit.

Kehadiran hama dan penyakit dalam budidaya menjadi ancaman yang serius bagi petani. Dimana serangan hama dan penyakit ini dapat menyebabkan kerugian bahkan kehilangan hasil.

Oleh karena itu, maka diperlukan cara penanganan hama dan penyakit secara tepat agar kerugian dapat dapat ditekan. Silahkan baca : Cara Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman Kelapa Sawit Secara Efektif

Setalah memahami cara budiaya dan pengendalian hama penyakit, maka selanjutnya petani pun akan dihadapkan dengan pemanenan kelapa sawit.

Cara Panen dan Pasca Panen Tanaman Kelapa Sawit Secara Tepat
Cara Panen dan Pasca Panen Tanaman Kelapa Sawit Secara Tepat

Panen adalah kegiatan pemungutan (pemetikan) hasil sawah atau kebun. Dimana hal ini merupakan suatu tahapan yang cukup penting untuk diperhatikan agar mendapatkan kualitas panen yang tinggi.

Seperti halnya pemanenan pada tanaman kelapa sawit tersebut merupakan kegiatan yang paling ditunggu-tunggu oleh petani.

Pasalnya pada saat panen lah petani dapat menuai hasil dari apa yang telah lama diusahakan. Baik itu dalam bentuk tenaga, pikiran, ataupun berupa materi yang harus dikeluarkan untuk biaya produksi.

Setalah tanaman kelapa sawit selesai dipanen, maka perlu dilanjutkan dengan kegiatan penanganan pascapanen. Tujuan dari pasca panen bertujuan untuk mempertahankan mutu dari tembakau yang telah dipanen.

Pascapanen adalah tahap penanganan hasil tanaman pertanian ataupun perkebunan  segera setelah dilakukan pemanenan.

Pada kesempatan kali ini Acafeny.com ingin berbagi informasi tentang, cara panen dan pasca panen tanaman kelapa sawit secara tepat.

Berikut ini penanganan panen dan pascapanen dari tanaman kelapa sawit:

Cara Panen dan Pasca Panen Tanaman Kelapa Sawit Secara Tepat

1. Panen

Tanaman kelapa sawit akan mulai berbunga dan membentuk buah setalah berumur antara 2-3 tahun. Cara pemanenan  kelapa sawit yang benar akan mempengaruhi jumlah tandan buah yang bisa dipanen.

Sementara itu, jumlah dan mutu minyak yang dihasilkan oleh kelapa sawit bergantung dari berbagai faktor.

Dimana salah satu faktor yang paling penting adalah kematangan buah pada saat dipanen dan penangananya sampai di PKS.

Panen kelapa sawit harus menghasilkan tandan buah segar pada tingkat kematangan yang optimal.

Pemanenan yang dilakukan pada tandah buah mentah cenderung akan mengakibatkan berkurangnya jumlah minyak sawit yang dihasilkan.

Sebaliknya, jika pemanenan terlalu matang dan penanganan lambat maka akan menghasilkan minyak dengan kandungan asam lemak bebas yang tinggi.

Secara umum tanaman kelapa sawit rata-rata menghasilkan buah 20-22 tandan/ tahun.  Pada tanaman yang semakin tua produktivitasnya akan semakin menurun menjadi 12- 14 tandan/ tahun.

Jumlah buah yang terdapat dalam satu tandan tergantung pada faktor genetik, umur, lingkungan dan juga teknik budidaya.

Jumlah buah pertandan pada tanaman yang umurnya cukup tua bisa mencapai 1600 buah bahkan lebih.

Matang panen kelapa sawit dapat dilihat secara visual dan juga secara fisiologi.

Dimana secara visual dapat dilihat dari perubahan warna kulit buah menjadi merah jingga. Sedangkan secara fisiologi dapat dilihat dari kandungan minyak yang maksimal dan kandungan asam lemak bebas yang minimal.

Kandungan minyak secara maksimal hanya didapatkan pada buah yang sudah masak dengan ciri-ciri tersebut.

Proses pemanenan tanaman ini meliputi memotong tandan buah yang masak, memungut brondolan, dan mengankutnya ke tempat pengepul hasil (TPH).

Terdapat beberapa kriteria panen yang perlu untuk diperhatikan. Diantara, yaitu matang panen, cara penen dan peralatan, rotasi dan sistem panen, serta mutu panen.

Berikut ini adalah uraian dari kriteria panen tanaman kelapa sawit :

a. Kriteria Panen

Kriteria panen kelapa sawit ditentukan oleh kandungan minyak dan juga asam lemak. Yang dimaksud dengan buah masak adalah buah dengan kandungan minyak maksimal dan kandungan asam lemak bebas minimal.

Untuk saat ini kriteria umum yang biasa dipakai yaitu berdasarkan jumlah brondolan. Tanaman berumur kurang dari 10 tahun dengan jumlah brondolan sekitar 10 butir dan diatas 10 tahun dengan jumlah 15-20 butir.

Akan tetapi secara praktisnya digunakan kriteria umum, yaitu setiap 1 kg tandan segar (TBS) terdapat dua brondolan.

b. Cara Panen dan Peralatan

Berdasarkan tinggi dari tanaman kelapa sawit, maka cara panennya terbagi menjadi tiga cara. Untuk tanaman yang memiliki tinggi 2-5 meter digunakan cara panen jongkok dengan alat dodos.

Selanjutnya untuk tanaman yang memiliki tinggi 5-10 dapat dipanen dengan cara berdiri menggunakan alat kapak siam.

Sedangkan untuk tanaman yang tingginya lebih dari 10 meter, maka pemanenan dilakukan menggunakan sabit bergagang panjang yang disebut enggrek.

Agar proses pemanenan menjadi lebih mudah, maka sebaiknya pelepah daun yang menyangga buah dipotong terlebih dahulu.

Akan tetapi pemotongan tersebut juga harus dipertimbangkan dengan jumlah pelepah yang harus tetap ada di pohon. Pelepah yang berada pada tunas sebaiknya diatur rapi di tengah gawangan mati.

Beberapa peralatan yang dapat digunakan antara lain :

  • Dodos dengan lebar 10-12,5 cm
  • Enggrek
  • Karung goni yang digunakan untuk tempat brondolan
  • Parang atau kapak kecil yang berguna untuk memotong tangkai buah
  • Kerangjang pikul atau kereta dorong untuk mengangkut buah
c. Rotasi dan Sistem Panen

Rotasi panen adalah waktu yang diperlukan antara panen terakhir sampai panen berikutnya pada tempat yang sama.

Secara umum perkebunan kelapa sawit di Indonesia menggunakan rotasi panen 7 hari. Dimana satu areal panen harus dimasuki oleh pemanen tiap 7 hari sekali.

Rotasi panen ini akan dianggap baik jika buah tidak lewat panen. Pada umumnya rotasi tanam yang digunakan yaitu 5/7.

Yang artinya, dalam satu minggu ada 5 hari panen dan masing-masing areal tanam diulangi tujuh hari berikutnya.

2. Pasca Panen

Pengolahan tandan buah segar (TBS) biasa dilakukan di pabrik dengan tujuan untuk mendapatkan minyak yang berkualitas baik.

Olahan utama TBS terbagi menjadi dua macam. Pertama yaitu minyak sawit (hasil pengolahan daging buah) atau CPO (crude palm oil). Kemudian yang kedua adalah minyak inti sawit (hasil ekstraksi inti sawit) atau (palm kernel oil).

Setalah kegiatan pemanenan selesai, selanjutnya TBS harus segera diolah yaitu maksimal 24 jam setelah panen TBS. Jika buah tidak segera dilakukan pengolahan maka buah sawit akan mengalami kerusakan.

Oleh karena itu, sebaiknya TBS segera diangkut dari kebun ke pabrik tempat pengolahan sawit. Saat melakukan pengangkutan sebaiknya dilakukan secara hati-hati agar kerusakan buah karena benturan dapat diminimalkan.

Kemudian setelah TBS sampai ke pabrik, maka dilanjutkan penimbangan. Hal tersebut bertujuan untuk mendapatkan nilai yang berkaitan dengan produksi, yaitu berupa pembayaran upah pekerja dan penghitungan rendemen minyak sawit.

Baca juga : Cara Pemeliharaan Tanaman Kelapa Sawit Sampai Dengan Pemupukan

Demikian artikel tentang cara panen dan pasca panen tanaman kelapa sawit secara tepat. Semoga dapat menjadi refrensi bagi Anda.

Follow Facebook Olehkita.com, untuk mendapatkan informasi terbaru terkait pertanian dan pendidikan dengan cara Klik disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *