Cara Tradisional Mengobati Sakit Gigi dan Gusi Bengkak

Cara Tradisional Mengobati Sakit Gigi dan Gusi Bengkak

Olehkitacom. Sebagian besar masyarakat indonesia pasti pernah mengalami sakit gigi. Sakit gigi merupakan kondisi munculnya rasa sakit berupa nyeri pada bagian gigi atau rahang.

Sakit gigi dapat dikatakan cukup menyiksa penderitanya, karena tidak hanya susah untuk digunakan makan saja. Akan tetapi sakit gigi juga mempengaruhi suasana hati dan pikiran, sehingga dapat mengganggu kesehatan tubuh lainya.

Rasa nyeri yang dialami oleh penderita sakit gigi dapat dirasakan mulai dari ringan hingga parah. Kondisi nyeri ini bisa berlangsung dalam waktu yang lama, dan bisa hilang kemudian muncul lagi.

Beberapa hal yang menyebabkan sakit gigi, meliputi gigi berlubang/ patah, gusi bengkak, tumbuhnya gigi, abses gigi dan lain sebagainya.

Cara Tradisional Mengobati Sakit Gigi dan Gusi Bengkak
Cara Tradisional Mengobati Sakit Gigi dan Gusi Bengkak

Saat menderita sakit gigi, sebaiknya perlu untuk memilih jenis dan kondisi makanan agar nyeri pada gigi tidak semakin parah.

Dimana gigi yang sakit sering kali sensitif pada jenis-jenis makanan yang manis maupun kondisi makanan yang dingin ataupun hangat.

Jika Anda mengalami sakit gigi, sebaiknya segera periksakan ke dokter atau membeli obat di apotik terdekat. Salah satu obat yang mujarab dan tersedia diapotek, seperti halnya minya burung kakatua.

Akan tetapi, jika Anda malas untuk pergi ke dokter atau membeli obat, maka Anda dapat membuat obatnya sendiri dirumah.

Bahan-bahan tradisional yang digunakan untuk obat sakit gigi cukup mudah didapatkan, sehingga Anda tidak perlu khawatir untuk mencarinya.

Pada kesempatan kali ini Acafeny.com. ingin berbagi informasi tentang cara mengobati sakit gigi dengan resep tradisional. Dengan ini, maka diharapkan dapat menjadi resep alami bagi penderita sakit gigi ataupun gusi.

Berikut ini adalah cara mengatasi sakit gigi dan gusi dengan bahan alami :

Cara Tradisional Mengobati Sakit Gigi dan Gusi Bengkak

1. Resep pertama (daun sirih)

Bahan yang digunakan yaitu daun sirih yang sudah terbukti ampuh dalam menyembuhkan gigi berlubang dan nyeri gigi.  Dimana daun ini mampu menguatkan gigi, menghilangkan bau mulut, bahkan bisa menghentikan pendarahan yang terjadi pada gusi.

Cara mengobati gigi menggunakan daun sirih dapat dilakukan dengan mencuci bersih daun kemudian mengunyahnya. Selain itu, daun sirih dapat direbus terlebih dahulu kemudian digunakan untuk berkumur.

2. Resep ke-dua (cengkih)

Bahan yang digunakan adalah 7-10 butir cengkih. Dimana cara pembuatanya cengkih digoreng tanpa minyak dan ditumbuk halus. Setelah halus, bubuk cengkih tersebut disumpalkan pada bagian gigi yang sakit (luka), dan disumbat menggunakan kapas.

3. Resep ke-tiga (bawang merah)

Bahan yang digunakan yaitu bawang merah. Kandungan anti mikroba dan anti septik dari bawang merah mampu untuk mengurangi rasa nyeri karena gigi berlubang.

Cara mengobati gigi berlubang menggunakan bawang merah dapat dilakukan dengan mengunyah bawang. Jika kesulitan untuk mengunyah, sebaiknya bisa dihaluskan terlebih dahulu, kemudian ditempelkan pada gigi yang berlubang.

4. Resep ke-empat (belimbing wuluh)

Bahan yang digunakan adalah 5 buah belimbing wuluh dan juga sepucuk sendok garam. Sedangkan cara pembuatanya, yaitu potong blimbing wuluh dan dicampur garam, kemudian kunyah menggunakan gigi yang sakit dengan hati-hati.

5. Resep ke-lima (bawang putih)

Bahan yang digunakan adalah bawang putih. Dimana bawang putih mengandung allicin yang merupakan anti septik alami yang dapat melawan bakteri jahat pada gigi.

Cara mengobati gigi yang sakit menggunakan bawang putih dapat dilakukan dengan mengunyahnya pada gigi yang sakit dengan hati-hati. Selain itu, tempelkan bawang putih yang telah dikupas pada bagian gigi yang sakit.

Berikut ini adalah beberapa kandungan kimia dari bahan-bahan tersebut :

a.Sirih (Piper betle), memiliki kandungan cineole, eugenol, p-cymene, caryofelen, terpenena, kavicol, tanin, kavibetol, allylprokatekol, dan fenil propada.

  1. Cengkih (Eugenia aromaticum), memiliki kandungan eugenol, kalsium, magnesium, dan omega 3.
  2. Bawang merah (Allium cepa L.), memiliki kandungan kuersetin, antosianin, miner, sulfur, serat, dan protein.
  3. Blimbing wuluh (Averrhoa carambola), memiliki kandungan tanin, glukosida, saponin, peroksida, dan kalsium oksalat.
  4. Bawang putih (Allium sativum), mengandung zat aktif alliin dan allicin. Selain itu, juga mengandung selenium, seng, sodium, kalium, mangan, fosfor, magnesium, kalsium, zat besi, vitamin C dan B6, dll.

Baca juga :

Demikian artikel tentang cara tradisional mengobati sakit gigi dan gusi. Semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda.

Follow Facebook Olehkita.com, untuk mendapatkan informasi terbaru terkait pertanian dan pendidikan dengan cara Klik disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *