Ciri-ciri tumbuhan dikotil dan Strukturnya

Ciri-ciri tumbuhan dikotil dan Strukturnya

Olehkita.com. Secara umum tumbuhan berkeping dua (dikotil) tergolong sangat banyak dan tersebar dihampir seluruh jenis tumbuhan. Mungkin Anda pun akan lebih sering menjumpai tumbuhan berkeping dua jika dibandikan dengan tumbuhan berkeping satu (monokotil).

Pengertian tumbuhan dikotil adalah suatu tumbuhan berbunga yang memiliki biji berkeping dua. Tumbuhan dikotil termasuk golongan dari tumbuhan berbunga yang memiliki sepasang daun lembaga atau biasa disebut dengan kotiledon. Berikut ini adalah ciri-ciri dari tumbuhan dikotil.

Ciri-ciri tumbuhan dikotil dan Strukturnya
Ciri-ciri tumbuhan dikotil dan Strukturnya
Ciri-ciri Tumbuhan Dikotil (biji berkeping dua)
  • Memiliki biji berkeping dua.
  • Akar berbentuk tunggang.
  • Tidak mempunyai koleoptil (pelindung ujung batang) dan koleoriza (pelindung ujung akar).
  • Akar dan batang berkambium, karena akar tumbuhan dikotil juga memiliki fungsi untuk menyimpan makanan.
  • Berdaun majemuk dengan tipe cenderung menjari ataupun menyirip.
  • Tipe berkas pengangkut kolateral terbuka.
  • Memiliki batang yang bercabang dengan ruas-ruas yang tidak beraturan.
  • Memilliki daun yang bertulang dan sejajar ataupun melengkung.
  • Tidak mempunyai tudung akar.
  • Pembuluh pengangkutnya teratur dalam sebuah lingkaran.

Setelah mengetahui ciri-ciri dari tumbuhan dikotil, maka selanjutnya yaitu struktur dari tumbuhan berkeping dua tersebut.

Berikut ini adalah struktur tumbuhan berkeping dua (dikotil)

Ciri-ciri tumbuhan dikotil dan Strukturnya

Struktur tumbuhan berkeping dua (dikotil)

Berikut ini adalah struktur tumbuhan dikotil :

Daun

Daun merupakan salah satu organ dari tumbuhan yang tumbuh dari ranting, umumnya memiliki warna hijau (berklorofil). Daun berfungsi sebagai penangkap cahaya matahari untuk pembuatan makanan melalui proses fotosintesis.

Pada tumbuhan dikotil memiliki pertulangan daun menjari atau menyirip dan memiliki jaringan tiang.

Stomata pada daun memiliki peranan penting untuk respirasi daun.Bentuknya mirip lubang-lubang kecil dan lonjong yang dikelilingi dua sel epidermis khusus.

Sel epidermis khusus tersebut  disebut juga sel penutup dan hanya terdapat pada daun hijau.

Sementara itu, stomata terletak pada permukaan daun dan memungkinkan tumbuhan untuk melakukan pertukaran gas. Struktur daun terdiri dari epidermis, jaringan dasar, dan berkas pengkut. Berikut ini adalah urain dari struktur daun tersebut :

  • Epidermis

Epidermis memiliki sel-sel kipas dan stomata. Selain itu, Epidermis daun dapat berubah menjadi trikoma yang berfungsi untuk melindungi dan juga memantulkan cahaya matahari.

  • Jaringan dasar

Jaringan dasar pada daun terdapat diantara kedua epidermis, yaitu pada di epidermis atas dan bawah. Sedangkan mesofil adalah daerah utama tempat fotosintesis.

  • Berkas pengangkut

Berkas pengangkut terletak pada bagian tulang daun dan mempunyai susunan seperti batangnya. Berkas pengangkut tersebut merupakan gabungan dari xylem dan floem.

Batang

Batang adalah sumbu tumbuhan, yang merupakan tempat semua organ lain bertumpu dan tumbuh serta terdapat dipermukaan tanah.

Batang berfungsi sebagai tempat tumbuh daun dan sarana lintas mineral, air, dan juga makanan.

Bagian ujung batang dan daun biasa disebut dengan kuncup terminal, sedangkan kuncup ketiak biasa disebut kuncup aksilar.

Secara umum batang tumbuhan berkayu memiliki bentuk silindiris, bertekstur keras, panjang dan tebal.

Bagian permukaan batang akan terasa kasar dan terdapat lentisel dibagian-bagian tertentu. Dimana lentisel memiliki fungsi sebagai tempat keluar masuknya gas pada tumbuhan.

Berikut ini adalah jaringan penyusun batang dikotil :

  • Epidermis

Epidermis adalah lapisan atau jaringan paling luar batang yang tersusun oleh sel-sel hidup dengan dinding sel yang tipis. Epidermis pada batang berperan dalam menutupi organ pada tumbuhan.

Selnya berbentuk menyerupai balok, dengan ukuran tipis dan rapat serta tidak mempunyai ruang antar sel.

Sementara itu, sebagian epidermis ada yang berubah menjadi sisik atau bulu. Dimana hal tersebut berfungsi untuk melindungi tumbuhan agar tetap memiliki air dengan zat kitin yang ada pada bagian batang.

  • Korteks

korteks merupakan bagian terluar dari batang tumbuhan yang dibatasi di bagian luar oleh epidermis dan di bagian dalam oleh endodermis.

Korteks batang terletak di antara lapisan endodermis yang terdiri dari dua sel, yaitu kolenkim dan parenkim. Kolenkim berfungsi sebagai jaringan dasar, pengisi dan juga penyimpan zat. Sedangkan parenkim berfungsi untuk jaringan penunjang.

  • Endodermis

Endodermis merupakan penebalan dinding sel dari suberin dan lignin yang berbentuk pita dengan irisan melintang membentuk U. Endodermis tersebut terletak di bagian bawah lapisan epidermis.

  • Kambium

Kambium menjadi pemberda antara tumbuhan dikotil dengan tumbuhan monokotil.

Jika dilihat berdasarkan letaknya terdapat dua tipe kambium, yaitu kambium vascular dan intervascular.

Kambium vascular merupakan kambium yang terletak di antara berkas pengangkut dan parenkim. Sedangkan kambium intervascular, yaitu kambium yang terletak di antara dua berkas pengangkut.

  • Floem

Sel penyusun floem mencakup sel-sel hingga pembuluh tapis dan  serat floem serta parenkim floem.

Fungsi floem yaitu sebagai penyalur zat makanan dari hasil fotosintesis yang berada di daun menuju ke seluruh bagian tumbuhan. Floem terletak di berkas pembuluh atau pada bagian luar cambium.

  • Xylem

Sel penyusun xylem meliputi elemen trakea, serat xilem dan juga parenkim xilem.

 Xylem merupakan sebuah jaringan pengangkut atau yang biasa disebut sistem vaskular.

 Fungsi dari xylem yaitu sebagai penyalur air dan mineral yang bersumber dari akar menuju daun. Xylem terdapat di dalam berkas pembuluh atau di bagian dalam cambium.

Pada tumbuhan berbunga xylem mempunyai dua tipe sel, yaitu  trakeid dan unsur pembuluh.

Akan tetapi kedua tipe sel tersebut merupakan sel mati.

Akar

Akar adalah bagian pokok di samping batang dan daun bagi tumbuhan yang tumbuh menuju inti bumi (dalam tanah)

Fungsi dari akar yaitu untuk menyerap air dan garam-garam mineral atau zat hara dari dalam tanah. Selain itu akar juga berfungsi sebagai penyokong berdirinya tanaman agar tumbuh kokoh dari tempat hidupnya.

Akar tanaman berasal dari calon akar yang ada pada embrio.

Struktur luar akar, anatara lain yaitu batang akar, bulu akar, cabang akar, dan tudung akar.

Pada bagian ujung akar merupakan titik tumbuh yang dilindungi oleh tudung akar (kaliptra) yang terbentuk oleh kaliptrogen.

Sementara itu, untuk tumbuhan dikotil batas antar ujung akar dengan kaliptra terlihat tidak jelas.

Perakaran tanaman dikotil berbentuk tunggang disebabkan karena akar kecambahnya mengalami pertumbuhan terus menerus. Pada bagian pangkal akar memiliki ukuran yang lebih besar dibanding bagian ujung akar utama. Selain terdapat akar tunggang, terdapat juga cabang-cabang akar meskipun tidak dalam bentuk serabut.

Secara anatomi, akar tersusun oleh empat lapisan jaringan pokok, anatara lain sebagai berikut.

  • Epidermis memiliki fungsi untuk menyerap air.
  • Korteks memiliki fungsi untuk tempat penyimpanan zat.
  • Endodermis memiliki fungsi untuk mengatur lalu lintas zat ke dalam pembuluh akar.
  • Silinder pusat (stele), terdiri dari parisikel, xilem dan floem.

Baca juga : Contoh Tumbuhan dikotil dan Jenis-jenisnya

Demikian artikel tentang, ciri-ciri tumbuhan dikotil dan struktur tumbuhan dikotil. Semoga dapat menjadi referensi bagi Anda.

Follow Facebook Olehkita.com, untuk mendapatkan informasi terbaru terkait pertanian dan pendidikan dengan cara Klik disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *