Situs Umpak Balekambang Blitar, Peninggalan Pendopo Masa Lampau

Posted on

Situs bersejarah masih menjadi tempat wisata yang dikunjungi oleh banyak orang. Selain sebagai objek wisata yang menarik, tempat-tempat bersejarah selalu meninggalkan kisah-kisah unik. Salah satunya adalah Situs Umpak Balekambang Blitar.

Umpak Balekambang adalah situs peninggalan sejarah yang sangat populer. Terdapat banyak umpak batu yang berjajar, kurang lebih sebanyak 36 buah. Umpak batu sendiri merupakan alas tiang rumah terbuat dari batu sendi. Umpak-umpak batu ini memiliki ukuran yang cukup besar.

Bagian atasnya berbentuk segi delapan, sedangkan bagian bawah berbentuk segi empat. Umpak-umpak ini juga tersusun beraturan dengan memanjang ke belakang arah utara dan selatan, menyamping ke arah barat dan timur, serta menghadap ke arah Gunung Kelud. Karena keunikan dari umpak-umpak batu inilah, tak heran jika banyak orang penasaran dan ingin menyaksikannya secara langsung.

Situs Umpak Balekambang Blitar
umpakbalekambang.blogspot.com

Wisata Situs Umpak Balekambang Blitar

Keberadaan situs bersejarah ini berkaitan dengan Candi Penataran. Masyarakat sekitar memiliki kepercayaan bahwa Umpak Balekambang merupakan tempat persinggahan atau sebagai tempat persiapan sebelum dilaksanakannya upacara di Candi Penataran.

Upacara tersebut dikenal dengan Tumpeng Agung Nusantara. Selain itu, berdasarkan sejarah, situs Umpak Balekambang ini dulunya menjadi tempat bersemedi dan beristirahat para raja.

Baik itu raja dari kerajaan Kediri hingga kerajaan Majapahit ketika masa Rajasa Negara Hayam Wuruk. Mengingat umpak ini dulunya adalah tiang atau penyangga sebuah bangunan, kemungkinan bentuk asli dari situs bersejarah ini adalah sebuah pendopo.

Di mana saat ini, pendopo lebih kita kenal sebagai balai. Karena jumlah umpak yang cukup banyak, dapat kita bayangkan seberapa besar bangunan pendopo ini.

Pada salah satu umpak batu tersebut tertulis angka tahun 1272 Saka atau sekitar 1350 Masehi. Pada tahun tersebut, adalah masa pemerintahan kerajaan Majapahit yang dipimpin oleh Hayam Wuruk.

Jam Buka dan Harga Tiket

Situs Umpak Balekambang Blitar ini, buka setiap hari dari pagi hingga sore. Pengunjung bisa datang kapan saja untuk menikmati keunikan dan nilai sejarah objek sejarah ini.

Untuk masuk ke tempat wisata ini pengunjung tidak perlu membayar tiket tanda masuknya alias gratis. Tentu saja dengan aturan tidak boleh merusak, tertib, serta selalu menjaga sopan santun dan juga kebersihan.

Lokasi dan Rute

Situs bersejarah ini terletak di Desa Modangan, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar. Untuk sampai ke tempat lokasi, pengunjung dapat melalui jalan dari kabupaten Blitar, setelah itu ke arah Nglegok.

Sampai di sebuah pertigaan pasar penataran, silahkan belok ke kanan menuju arah Desa Modangan. Di perempatan Kantor Desa Modangan, kemudian belok ke arah kiri mengikuti Arca Warak.

Jika sudah menjumpai mushola arah Arca Warak yang kedua silahkan ambil jalan lurus hingga menemukan gang kiri jalan. Belok ke kiri sampai menemukan mushola. Setelah itu, belok ke kiri lagi menyusuri tanah.

Setelah jalan tanah tersebut, sampailah Anda di lokasi. Agar tidak kesulitan, Anda bisa bertanya pada warga sekitar atau menggunakan GPS.

Atraksi

Bagi Anda yang ingin berkunjung ke Situs Umpak Balekambang ini, ada baiknya saat hari perhelatan untuk memperingati berdirinya Candi Penataran. Pasalnya, pada saat itu masyarakat menyelenggarakan upacara Tumpeng Agung Nusantara.

Anda bisa melihat arak-arakan tumpeng dari Situs Umpak Balekambang menuju Candi Penataran. Dari upacara inilah semakin mempererat hubungan antara Situs Umpak Balekambang Blitar dengan Candi Penataran. Tentu saja ini adalah event yang tak boleh Anda lewatkan pada spot wisata ini.