Teknik Budidaya Kelapa Sawit Supaya Panen Melimpah

Teknik Budidaya Kelapa Sawit Supaya Panen Melimpah

Olehkita.com. Kelapa sawit merupakan salah satu komoditas perkebunan dengan luas lahan terluas dan produksi tertinggi di Indonesia.

Oleh karena itu, maka tak heran apabila produksi ini ditempatkan sebagai komoditas ekspor yang cukup menjanjikan.

Perkebunan kelapa sawit untuk saat ini tidak hanya diusahakan oleh perusahaan negara, akan tetapi juga di usahakan oleh perkebunan rakyat dan juga swasta.

Di Indonesia sebagian besar perkebunan kelapa sawit banyak tersebar di Pulau Sumatera dan juga Kalimantan.

Seperti halnya Sumatra Utara (Pulau Nias, dan Pematang Siantar, dan Pulau Prayan), Sumatera Selatan, Riau, Lampung, D.I. Aceh ( pulau Simelue), Pulau Kalimantan, Pulau Sulawesi, dan juga Pulau Papua.

Kelapa sawit merupakan tanaman yang tergolong multiguna. Dimana tanaman ini berlahan-lahan mulai banyak menggantikan posisi penanaman komoditas perkebunan lainya seperti halnya tanaman karet.

Teknik Budidaya Kelapa Sawit Supaya Panen Melimpah
Teknik Budidaya Kelapa Sawit Supaya Panen Melimpah

Dalam industri pangan kelapa sawit biasa dimanfaatkan sebagai bahan baku untuk minyak makanan. Beberapa produk dari kelapa sawit, yaitu minyak goreng, margarin,vanaspati, mentega, shortening, dan bahan-bahan untuk membuat kue.

Selain itu, minyak kelapa sawit juga dapat dimanfaatkan untuk industri-industri non pangan. Beberapa indsutri tersebut, antara lain industri oleokimia (fatty alcohol, fatty acids dan glycerine), farmasi, dan juga biodiesel.

Jika ditinjau dari prospek harga, ekspor, dan pengembangan produknya, maka tak heran apabila banyak petani berlomba-lomba untuk membudidayakanya.

Secara umum, untuk membudidaya kelapa sawit tergolong cukup mudah apabila sudah mengetahui teknik-teknik budidaya tanaman tersebut.

Terdapat beberapa tahapan-tahapan yang perlu diperhatikan sebelum melakukan budidaya kelapa sawit.

Tahapan tersebut, antara lain memahami syarat tumbuhnya, pembibitan, persiapan lahan, penanaman, dan pemeliharaanya.

Berikut ini adalah cara budidaya tanaman kelapa sawit agar mendapatkan hasil yang maksimal :

Teknik Budidaya Kelapa Sawit Supaya Panen Melimpah

1. Syarat Tumbuh

Tanaman kelapa sawit dapat tumbuh baik pada daerah beriklim tropis basah dengan ketinggian antara 0-500 m dpl.

Tanaman ini mampu tumbuh di berbagai jenis tanah seperti podsolik, hidromorfik, alluvial, kelabu, latosol, dan regosol.

Akan tetapi, perlu diketahui bahwa produksi tanaman pada setiap tanah berbeda-beda tergantung dari sifat fisik dan juga kimianya.

Jenis tanah yang subur banyak mengandung unsur hara sangat baik untuk pertumbuhan vegetatif dan generatif tanaman tersebut.

Sementara itu, pH tanah yang optimum untuk budidaya kelapa sawit, yaitu antara 4-6,5.

Curah hujan yang diperlukan kelapa sawit agar tumbuh optimal yaitu rata-rata 2.000-2.500 mm/tahun dengan distribusi merata sepanjang tahun atau tanpa bulan kering yang panjang.

Sedangkan untuk lama penyinaran yang diperlukan tanaman kelapa sawit antara 5-7 jam/ hari. Suhu ideal agar tanaman kelapa sawit dapat tumbuh dengan baik, yaitu sekitar 24-28o C.

Akan tetapi, pada dasarnya tanaman ini masih tetap bisa tumbuh pada suhu antara 18-32o C.

2. Pembibitan

Bibit tanaman kelapa sawit terbagi menjadi tiga macam, antara lain benih bibit liar, bibit unggul, dan juga bibit kultur jaringan.

Akan tetapi mengingat kebutuhan bibit kelapa sawit sering kali dalam jumlah besar, maka kebanyakan perkebunan memproduksi bibit secara kultur jaringan.

Bebrapa keuntungan dari kultur jaringan, yaitu dapat memroduksi bibit dalam jumlah banyak dengan waktu yang singkat. Selain itu, bibit yang dihasilkan pun memiliki sifat yang dominan dengan induknya.

Bibit yang berasal dari teknik kultur jaringan disebut klon. Klon yang dihasilkan membentuk tanaman baru ini perlu diadaptasikan terlebih dahulu sebelum ditanam di pembibitan.

Dimana proses adaptasi ini berlangsung selama 3-4 minggu yang dilakukan pada media pasir steril tanpa diberikan pupuk.

Untuk mengantisipasi terkenanya sinar matahari secara langsung, maka perlu dibuatkan naungan yang berasal dari kotak plastik.

Selama proses pembibitan dilapang, bibit tanaman ini perlu diberikan pupuk secara cukup. Pupuk diberikan dua kali seminggu.

Pada bulan pertama, tanaman diberi pupuk urea sebanyak 2 g/l dan pupuk majemuk 2g/l. Volume semprot yang digunakan yaitu rata-rata 10/l/150 bibit.

Pembibitan tanaman kelapa sawit biasa dilakukan oleh perkebunan yang memiliki persediaan benih unggul dan dalam jumlah yang cukup.

Terdapat bebrapa tahapan dalam pengadaan benih, antara lain seleksi biji, pengecambahan, pembibitan pendahulu, dan pembibitan utama.

Seleksi ini sangat penting dilakukan karena akan menentukan hasil panen dan juga kualitas dari kelapa sawit. Dimana benih harus diambil dari tanaman yang sudah diketahui sifat-sifat keunggulanya.

Tahapan kedua yaitu pengecambahan. Tahapan ini dilakukan dengan berbagai metode sesuai dengan kebutuhan, tujuan, dan juga peralatan yang ada.

Selanjutnya yaitu pembibitan pendahulu (pre nursery) yang dilakukan dalam polibag hingga bibit berumur tiga bulan.

Setalah itu, benih tersebut dipindahkan ke pembibitan utama (main nursery) dengan polibag berukuran besar.

Pemeliharaan di pembibitan utama tetap berlangsung sampai bibit siap tanam dilapangan, yaitu setelah berumur satu tahun.

3. Persiapan Lahan

Secara umum pembukaan lahan untuk budidaya tanaman kelapa sawit pada setiap daerah memiliki cara yang berbeda-beda. Akan tetapi pada dasarnya sama, yaitu tetap menjaga lapisan luar tanah (top soil tanah).

Untuk mendapatkan hasil yang optimal maka perlu dilakukan pengolahan lahan secara spesifik sesuai karateristik lahan.

Oleh karena itu, perlu adanya kegiatan surve lahan agar bisa mengetahui karakteristik dari lahan yang akan ditanami kelapa sawit.

Setalah itu, dilakukan evaluasi kelas kesesuaian lahan, yaitu menentukan kelas lahan. Tujuan menentukan kelas lahan adalah untuk mengetahui informasi produksi dan faktor pembatas lahan.

Untuk pembukaan lahan pada areal bekas hutan diawali dengan kegiatan penunasan.

Kegiatan ini merupakan pemotongan dan penebasan semua jenis kayu dan juga semak belukar yang berdiameter kurang dari 10 cm.

Kegiatan penunasan dapat dilakuakan secara manual menggunakan parang atau kapak.

Selanjutnya adalah penumbangan batang-batang kayu yang memiliki diameter lebih dari 10 cm. Penumbangan kayu ini dapat dilakukan menggunakan gergaji mesin.

Pada areal alang-alang, pembukaan perkebunan kelapa sawit dapat dilakukan secara mekanik ataupun kimia.

Secara mekanis pembukaan lahan ini dilakukan dengan cara dibajak dan digaru. Dimana pembajakan dilakukan dua kali, sedangkan penggaruan dilakukan tiga kali.

Kegiatan pembajakan dan penggaruan ini dilakukan secara bersalang-seling dengan waktu kisaran 2-3 minggu.

Akan tetapi, jika alang-alang masih saja tetap tumbuh maka perlu dilakukan pengendalian secara kimia menggunakan herbisida.

Contoh herbisida yang biasa digunakan untuk membasmi alang-alang tersbut, yaitu Glyphosate atau Dalapon.

Penyemprotan menggunakan Glyphosate dilakukan sekali dengan volume semprot 600-700 l air/hektar yang dicampur dengan 6-7 l Glyphosate.

Sementara itu, jika penyemprotan menggunakan Dalapon dapat dilakukan tiga tahap dengan interval waktu 3 minggu.

Dosis per 1000 l air yaitu 7,5 kg Dalapon untuk satu hektar dan digunakan untuk sekali semprot.

4. Penanaman

Penanaman bibit kelapa sawit diawali dengan pembuatan lubang tanam dengan jarak tanam 9m x 9m x 9m untuk tanah datar.

Sedangkan untuk tanah yang bergelombang menggunakan jarak tanam 8,7 m x 8,7m x 8,7 m. Dari hasil penelitian susunan penanaman dalam bentuk segi tiga sama sisi merupakan susunan yang palinh ekonomis.

Pasalnya populasi tanaman bisa mencapai 143 pohon/ ha pada kondisi tanah yang datar. Selanjutnya untuk umur ideal bibit yang akan dipindahkan, yaitu antara 12-14 bulan dengan tinggi 70-180 cm.

Sementara itu, untuk waktu tanam yang ideal  yaitu saat musim hujan tiba. Dimana persediaan air sangat berguna untuk pertumbuhan bibit yang baru saja dipindahkan ke lahan.

5. Pemeliharaan

Pemeliharaan tanaman kelapa sawit terbagi menjadi tujuh. Pemeliharaan tersebut meliputi penyulaman, penanaman tanaman sela, pengendalian gulma, pemangkasan, pemupukan, kastrasi, dan penyerbukan buatan. Berikut ini adalah uraian dari Cara Pemeliharaan Tanaman Kelapa Sawit Sampai Dengan Pemupukan

Baca juga :

Demikian artikel tentang, cara budidaya tanaman kelapa sawit supaya mendapatkan panen yang melimpah. Semoga bermanfaat bagi Anda.

Follow Facebook Olehkita.com, untuk mendapatkan informasi terbaru terkait pertanian dan pendidikan dengan cara Klik disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *