Tempat Wisata Bersejarah yang Penuh Misteri dan Keindahan

Posted on

Tempat wisata bersejarah biasanya memiliki unsur penuh misteri dan menyeramkan. Lazimnya lokasi wisata menjadi tempat yang menyenangkan serta menggembirakan. Akan tetapi, terdapat beberapa tempat wisata bersejarah yang pernah menjadi saksi dari sebuah peristiwa pembantaian.

Tempat Wisata Bersejarah yang Penuh Misteri dan Keindahan
idntimes.com

Inilah Tempat Wisata Bersejarah Menyimpan Sebuah Misteri

Supaya tidak penasaran, berikut ini beberapa diantaranya.

Yogyakarta, Gua Jomblang

Menjadi salah satu tempat wisata bersejarah, gua vertikal yang begitu terkenal untuk kalangan traveler. Wisata Gua Jomblang terletak pada daerah Semanu, Gunungkidul, Yogyakarta. Dengan menyuguhkan keindahan dari sinar matahari, biasanya sinar tersebut terkenal dengan cahaya surga.

Akan tetapi, selain semua keindahannya, ternyata Gua Jomblang pernah menjadi saksi bisu dari sebuah peristiwa pembantaian massal. Pembantaian tersebut merupakan pembantaian ratusan orang dengan tuduhan terlibat dari Partai Komunis Indonesia atau PKI.

Orang-orang tersebut berbaris pada pinggiran mulut gua. Dengan keadaan tangan terikat satu sama lainnya. Ketika salah satu orang tertembak, sehingga orang-orang yang lainnya akan ikut terjatuh ke dasar gua serta tewas dengan mengenaskan.

Jakarta, Museum Fatahillah

Museum yang berlokasi di daerah kawasan Kota Tua, Jakarta Barat. Seringkali tempat wisata bersejarah ini menjadi tempat nongkrong kaum millenials sampai dengan tempat piknik yang begitu asyik bersama keluarga.

Akan tetapi, sebelum menjadi tempat wisata, Museum Fatahillah awalnya sempat menjadi tempat eksekusi dan penjara. Sekitar pada tahun 1740, Adrian Valckenier Gubernur Hindia Belanda pernah memerintahkan orang Tionghoa dalam jumlah ribuan berbaris di depan Museum Fatahillah.

Kemudian, mereka dieksekusi secara sadis oleh algojo yang sudah disiapkan. Pada peristiwa ini populer dengan sebutan Geger Pecinan.

Bandung, Gua Jepang

Tempat wisata bersejarah selanjutnya berlokasi di daerah Bandung. Wisata tersebut mempunyai sejarah yang begitu kelam, salah satunya yaitu Gua Jepang. Terletak pada daerah Taman Hutan Ir. Juanda, Dago Atas, Bandung.

Gua tersebut berdiri pada tahun 1942. Mempunyai suasana yang lembab dan juga gelap, nantinya akan menyambut siapa saja yang berkunjung ke gua tersebut.

Awal mulanya, lorong-lorong pada gua tersebut telah menjadi saksi bisu meninggalnya ratusan romusha atau kerja paksa. Tewasnya mereka dalam proses pembangunan gua pertahanan tersebut selama tiga tahun lamanya.

Bukan hanya itu saja, pada gua tersebut juga menjadi saksi terbunuhnya ratusan dari prajurit yang telah dibantai oleh sekutu akhir pada tahun 1945.

Semarang, Lawang Sewu

Menjadi salah satu ikon kota Semarang dengan bangunan megah dan indah. Mempunyai warna putih, siapa yang tidak mengenal tempat wisata bersejarah ini.

Lawang Sewu sendiri pembangunannya pada tahun 1904. Mulanya gedung tersebut terpakai untuk kantor dari Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij atau NIS.

Ketika masa penjajahan Jepang, gedung tersebut pernah menjadi penjara bawah tanah yang berfungsi sebagai tempat penyiksaan penduduk pribumi. Bukan hanya itu saja, Lawang Sewu juga sempat sebagai tempat pertempuran Antara AMKA (angkatan Pemuda Kereta Api) untuk melawan Jepang.

Kemudian pemuda-pemuda yang meninggal makamnya pada halaman Lawang Sewu. Pada tahun 1975, jenazah para pemuda tersebut pindah ke makam pahlawan. Sehingga untuk memperingati gugurnya pemuda tersebut, ada pembangunan Tugu Muda yang berada depan Lawang Sewu.

Jember, Pulau Nusa Barung

Pulau Nusa Barung yang terletak di daerah Puger Wetan, Jember, Jawa Timur. Terkenal dengan pulau yang indah dan masih alami. Tempat wisata bersejarah ini memiliki pasir putih, dikelilingi hutan yang hijau, serta air lautnya berwarna biru kehijauan.

Namun di balik semua itu, Nusa Barung mempunyai sejarah yang begitu memilukan. Mulanya, wilayah tersebut masuk dalam kekuasaan Kerajaan Blambangan.

Pada tahun 1777, terjadilah peperangan yang melibatkan Kerajaan Blambangan dengan Pemerintahan Belanda. Peperangan tersebut menewaskan banyak orang. Maka semenjak peristiwa itu, Pulau Nusa Barung terlarang untuk penduduk sekitar.

Sekitar tahun 1920, pulau tersebut telah resmi dijadikan cagar alam. Ada beberapa tempat wisata bersejarah yang bisa Anda kunjungi.